PERISTIWA
Harga Sapi Melonjak, Indonesia Impor Kerbau dari Australia
PT Berdikari (Persero) mengimpor kerbau dari Australia sebagai alternatif pasokan protein hewani, merespons kenaikan harga sapi.
PANTAU24.com – PT Berdikari (Persero) secara resmi menerima kedatangan perdana kerbau hidup dari Australia pada Minggu sore, 11 Oktober 2026. Langkah ini diambil sebagai solusi menyediakan alternatif protein hewani yang lebih terjangkau di tengah melambungnya harga sapi hidup.
General Manager Ruminansia Business PT Berdikari (Persero), Akhmad Johari, menyatakan bahwa kehadiran kerbau ini merupakan babak baru dalam portofolio bisnis ruminansia Berdikari. Hal ini diharap dapat membuka peluang pengembangan usaha peternakan pada masa mendatang. “Ini kali pertama Berdikari mendatangkan kerbau hidup dari Australia, ini merupakan portofolio baru sehingga tantangan ke depan Berdikari selain mendatangkan juga bisa mengembangkan,” ujar Johari dalam keterangan resminya, Senin, 12 Oktober 2026.
Menurut Johari, diversifikasi pasokan kerbau hidup ini adalah langkah strategis dalam merespons fluktuasi harga ternak hidup. Dengan alternatif sumber protein hewani ini, Berdikari berupaya memperluas pilihan komoditas, mempertimbangkan efisiensi rantai pasok, keekonomian usaha, dan kebutuhan pasar domestik.
Johari menegaskan bahwa kehadiran kerbau dari Australia ini bukan untuk menggantikan sapi maupun produksi peternak lokal, tetapi untuk melengkapi pasokan nasional. “Berdikari sebagai BUMN peternakan mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan sumber protein hewani. Kita tahu harga sapi relatif tinggi,” lanjutnya.
Ia berharap dengan tambahan pasokan kerbau hidup ini, pemerintah dapat menjaga harga sumber protein hewani tetap terjangkau bagi masyarakat. Kehadiran kerbau ini dipandang sebagai upaya menjaga keseimbangan pasar tanpa mengesampingkan produksi dalam negeri sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. “Dengan Berdikari mendatangkan kerbau, diharapkan pemerintah bisa membuat harga sumber protein hewani lebih terjangkau,” tutup Johari.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login