Connect with us

PERISTIWA

Harga Pangan Impor Naik, Pengusaha Antisipasi Risiko

Kenaikan harga pangan impor menjadi perhatian pengusaha Indonesia untuk mengantisipasi risiko produksi.

Published

on

PANTAU24.com – Kenaikan harga pangan dunia akibat gangguan perdagangan dan hambatan produksi terkait cuaca, membuat pelaku usaha di Indonesia merespons dengan antisipasi lebih. Menurut data Food and Agriculture Organization dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Indeks Harga Pangan FAO (FFPI) mencapai rata-rata 136 poin pada September 2026, naik 1,5% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm).

Situasi tersebut menuntut Indonesia untuk waspada terhadap dampak kenaikan harga pangan dunia, terutama pada komoditas pangan impor. Hal ini diperparah oleh gangguan pasokan dan pelemahan nilai tukar Rupiah. Gula industri dan gandum, yang masih mengandalkan impor, berada dalam risiko kenaikan harga, sehingga para pelaku usaha perlu mempersiapkan strategi guna mengurangi risiko produksi.

Laporan tersebut diulas lebih mendalam dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada Rabu (07/10/2026) oleh Shania Alatas, bersama ESG Analyst CNBC Indonesia Research, Salam Laiqa. Mereka menyarankan para pengusaha untuk menerapkan langkah-langkah preventif dalam menghadapi kondisi ini.

Peningkatan harga ini bisa mempengaruhi biaya produksi dan harga jual produk akhir. Oleh karena itu, strategi mitigasi serta diversifikasi pasokan diusulkan sebagai beberapa respons yang perlu dipertimbangkan oleh industri yang bergantung pada bahan baku impor.

Pada akhirnya, adaptasi terhadap perubahan pasar global ini menjadi kunci bagi industri pangan di Indonesia untuk tetap kompetitif dan menjaga kelangsungan bisnis di tengah tantangan ekonomi yang tengah berlangsung.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.