PERISTIWA
BNPB Peringatkan Banjir Rob di 15 Provinsi, Imbau Warga Pesisir Siaga
BNPB mengeluarkan imbauan terkait ancaman banjir rob akibat fenomena alam dan cuaca ekstrem di 15 provinsi pada Oktober 2026.
PANTAU24.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan, termasuk potensi banjir rob. Ancaman ini disebabkan oleh Fase Bulan Purnama pada 26 Oktober 2026, Fase Perigee pada 29 Oktober 2026, serta dinamika oseanografi.
BNPB melalui Surat Direktur Peringatan Dini Nomor B-79/BNPB/PDin/BP.03.02/10/2026 tertanggal 22 Oktober 2026 memberikan arahan kesiapsiagaan menghadapi banjir rob. Wilayah pesisir yang terancam meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, hingga Maluku,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, pada Sabtu (31/10/2026).
BNPB menghimbau badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan masyarakat pesisir untuk membatasi aktivitas di pantai saat pasang maksimum, menunda aktivitas melaut jika gelombang tinggi berbahaya, serta mengamankan perahu dan aset warga. “Pemerintah daerah juga diminta mengoptimalkan pemantauan melalui BMKG, mengecek kesiapan tempat pengungsian, membersihkan drainase pesisir, mengamankan tanggul pantai, serta menyiapkan personel dan logistik evakuasi,” tambah Berton.
Peningkatan kejadian bencana pada akhir Oktober 2026 dilaporkan oleh BNPB dengan total 2.247 kejadian di seluruh Indonesia. Berton menegaskan, “Potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat masih mengancam wilayah Aceh yang kini berstatus Siaga, serta sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua berstatus Waspada akibat dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman.”
BNPB juga mengimbau warga untuk bergotong royong membersihkan saluran air, mengidentifikasi jalur evakuasi, memeriksa infrastruktur bendungan, serta menyiapkan tas siaga bencana. Berton menekankan agar warga mengenali tanda-tanda awal longsor dan melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login