PERISTIWA
Fuad Hasan Klaim Reputasi Tercoreng Akibat Tudingan Korupsi Kuota Haji
Direktur PT Maktour, Fuad Hasan, klaim reputasinya hancur akibat tudingan aliran uang ratusan miliar dalam korupsi kuota haji 2023-2024.
PANTAU24.com – Direktur Utama PT Makassar Toraja (Maktour), Fuad Hasan Masyhur, mengungkapkan reputasinya hancur akibat tudingan keterlibatan dalam aliran uang ratusan miliar rupiah terkait dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024. Pengakuan ini disampaikan Fuad di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (5/10).
Dalam persidangan, Fuad menjawab pertanyaan terkait aliran uang yang dikatakan mengalir ke Ketua Panitia Khusus (Pansus) Haji DPR Tahun 2024, Nusron Wahid, melalui dirinya. “Sama sekali tidak ada. Menjadi aneh buat saya, kok sering sekali nama saya disebut,” ujar Fuad.
Fuad Hasan merasa tudingan tersebut telah berdampak buruk pada dirinya dan berharap majelis hakim dapat membantunya membersihkan nama baiknya. Ia menegaskan, “Di pengadilan ini wajib saya minta pertolongan kepada pengadilan untuk membersihkan nama saya,” kata Fuad.
Sebelumnya, informasi mengenai dugaan aliran uang itu muncul dari keterangan seorang saksi yang dalam sidang mengoreksi sumber informasi dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Menurut saksi, ia tidak mendengar langsung dari Fahd El Fouz tentang aliran uang tersebut, melainkan dari percakapan beberapa pihak saat membawa Tim Pengawas (Timwas) DPR RI.
Fuad bersama sejumlah pihak lainnya dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dihadirkan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi. Hal ini merupakan bagian dari pembuktian jaksa terkait pengelolaan kuota haji tambahan dan aliran fee dengan kerugian negara mencapai Rp622.090.207.166,41. Para terdakwa dalam kasus ini adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan beberapa pejabat terkait lainnya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login