Connect with us

PERISTIWA

Harapan Reformasi PBB dengan Sekjen Baru

PBB akan menyambut Sekretaris Jenderal baru pada 1 Januari 2027, diharapkan membawa reformasi signifikan.

Published

on

PANTAU24.com – Antonio Guterres akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan penggantinya dijadwalkan untuk memulai tugas pada 1 Januari 2027. Saat ini, terdapat tujuh kandidat yang bersaing untuk posisi ini, termasuk Carolyn Rodrigues-Birkett dari Guyana dan Rebeca Grynspan dari Kosta Rika.

Proses pemilihan Sekjen baru berada di tangan Dewan Keamanan PBB. Mereka akan memilih calon yang nantinya akan disetujui oleh Majelis Umum PBB. Sekjen yang baru diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan global, seperti konflik internasional dan krisis iklim, serta mampu mengelola hubungan dengan negara-negara anggota.

Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A Mulachela, menyatakan bahwa Indonesia dan negara-negara sepemikiran lainnya akan menyampaikan pesan penting kepada Sekjen baru. “Yang ingin disampaikan adalah kami ingin melihat kesenjangan antara komitmen PBB dengan kapasitas yang dimilikinya semakin tipis,” tutur Nabyl.

Reformasi Dewan Keamanan PBB menjadi salah satu fokus utama, terutama perombakan hak istimewa anggotanya. Stagnasi penyelesaian konflik seperti Israel-Palestina menunjukkan kebutuhan akan perubahan. Antonio Guterres juga mengakui pentingnya reformasi ini, mengingat ketidakterwakilan yang cukup dari benua lain.

Ada beberapa opsi yang diusulkan, seperti menambah perwakilan tetap dari Afrika dan negara-negara berpengaruh lainnya, serta mempertimbangkan penangguhan hak veto terkait kasus kejahatan massal.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Antara – Top News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply