PERISTIWA
Nusron Wahid Tidak Hadir di KPK, Tampak di Istana
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid hadir di sidang kabinet meski absen di panggilan KPK. Dua kali tak hadir, Ketua KPK berikan pernyataan.
PANTAU24.com – Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), kembali menjadi sorotan setelah terlihat menghadiri sidang kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta. Ini terjadi setelah ia dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nusron hadir dalam sidang yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (21/10/2026), sementara penyidik KPK menantikan keterangannya dalam kasus dugaan korupsi di kementeriannya.
Dalam sidang yang berlangsung di Istana, Nusron terlihat mengenakan kemeja putih dan peci hitam, duduk di antara anggota Kabinet Merah Putih lainnya. Kemunculannya menjadi perhatian karena sebelumnya ia tidak hadir dalam dua panggilan KPK. Pemanggilan pertama pada Rabu, 7 Oktober 2026, beralasan ada agenda internal di Kementerian ATR/BPN. Tidak memenuhi panggilan kedua pada Kamis, 15 Oktober 2026, Nusron beralasan sedang berada di luar negeri.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi alasan ketidakhadiran Nusron sebelum menentukan langkah selanjutnya. “Tentu kami berharap yang bersangkutan kooperatif dalam proses hukum, khususnya yang terkait dengan Kementerian ATR/BPN ini,” ujarnya. Budi juga menjelaskan keterangan Nusron sangat diperlukan untuk menguak kasus dugaan suap terkait sertifikat hak guna bangunan PT Summarecon Agung di Kabupaten Bogor.
Di tengah polemik ini, perjalanan luar negeri Nusron turut disoroti. Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko mengkonfirmasi bahwa Nusron sempat bepergian ke Singapura dan Malaysia. Hendarsam memastikan Nusron telah kembali ke Indonesia melalui TPI Pelabuhan Batam Center pada 17 Oktober 2026.
Selain itu, Budi menepis video viral yang mengklaim penangkapan Nusron oleh KPK. “Terkait video tersebut, itu bukan video terkait dengan jemput paksa ataupun tim KPK yang membawa yang bersangkutan,” tegas Budi.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login