Connect with us

PERISTIWA

Gunung Anak Krakatau Meluas Usai Erupsi Tahun 2026

Gunung Anak Krakatau membesar dengan luas mencapai 341,5 hektare usai erupsi 2026, melampaui ukuran sebelum erupsi 2018.

Published

on

PANTAU24.com – Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda mengalami peningkatan luas daratan yang signifikan setelah erupsi pada awal September 2026. Berdasarkan citra Sentinel per 8 Agustus 2026, luas daratan mencapai 312,3 hektare dan bertambah menjadi 341,5 hektare setelah erupsi berkelanjutan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa peningkatan luas sebesar 32,8 hektare tersebut menjadikan daratan Anak Krakatau kini melampaui ukuran sebelum erupsi dahsyat dan longsoran pada Desember 2018. Sebelum kejadian 2018, luas daratan tercatat 300 hektare dan sempat menurun drastis menjadi 246,18 hektare pasca keruntuhan sektor barat daya.

Rita Susilawati, Kepala PVMBG Kementerian ESDM, menyatakan “Bencana keruntuhan sektor barat daya tersebut sempat memangkas drastis daratan gunung menjadi tersisa 246,18 hektare per 26 Desember 2018.”

Kolaborasi riset antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan sejumlah universitas internasional menunjukkan Anak Krakatau saat ini dalam fase rekonstruksi. Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Dini Nurfiani menjelaskan bahwa gunung api mengalami siklus pertumbuhan, erupsi, keruntuhan, dan pembangunan kembali, yang saat ini ditandai dengan pembentukan kerucut baru dan pertumbuhan daratan.

Perkembangan aktivitas gunung ini transisi dari erupsi eksplosif akibat masuknya air laut ke celah kawah setelah runtuhan 2018, kembali ke tipe Strombolian, menghasilkan lava baru dan meningkatkan luas daratan secara signifikan, meski pertumbuhan tersebut tidak simetris.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Detik – Berita.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.