Gunung Anak Krakatau membesar dengan luas mencapai 341,5 hektare usai erupsi 2026, melampaui ukuran sebelum erupsi 2018.
Intensitas erupsi Anak Krakatau menurun, namun Badan Geologi pertahankan kewaspadaan dengan status Siaga.
Operasi SAR speed boat hilang di dekat Gunung Anak Krakatau masih belum menemukan hasil. Kapal membawa lima jurnalis dan tiga kru.
Gunung Anak Krakatau semburkan abu vulkanik hingga 2,1 km, berdampak pada kegiatan di Lampung.
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau meluas ke wilayah Sumatra dan Jawa, termasuk Bengkulu dan DKI Jakarta.
Empat bandara di Banten, Jakarta, dan Lampung ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.