PERISTIWA
Danantara Tanggapi Kabar Kepemilikan 40% Saham Bursa Efek
Danantara menegaskan masih mengkaji proses demutualisasi dan menunggu aturan OJK terkait rencana memiliki 40% saham Bursa Efek Indonesia.
PANTAU24.com – Beredar kabar bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan memegang 40,12% saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Danantara memberikan pernyataan merespons kabar tersebut. Melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Danantara menyatakan bahwa mereka masih mencermati pemberitaan terkait proses demutualisasi BEI. “Hingga saat ini, proses pembahasan masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final, karena kajian internal dan pelaksanaan uji tuntas masih berlangsung,” demikian dikutip dari keterangan tertulis Tim Komunikasi Danantara Indonesia, Senin (14/9/2026).
Danantara juga menyatakan masih menunggu penerbitan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Setiap perkembangan material akan disampaikan melalui saluran komunikasi resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Danantara. Mereka memastikan informasi yang beredar untuk saat ini bukan representasi posisi maupun keputusan akhir dari Danantara Indonesia.
Demutualisasi Bursa Efek Indonesia ini merupakan salah satu mandat dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), yang memperbolehkan lembaga negara seperti Danantara, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Bank Indonesia (BI) menjadi pemegang saham BEI. Dalam dokumen yang diterima detikcom, disebutkan demutualisasi BEI akan dilakukan melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.
Setelah proses ini berlangsung, Danantara disebut akan memiliki 69 lembar saham yang setara dengan 40,12% dari total saham BEI. Tindakan ini menunggu aturan OJK sebagai langkah lanjut dari proses demutualisasi.
Isu kepemilikan saham oleh badan investasi nasional ini menjadi perhatian luas karena akan menentukan penguasaan pengelolaan bursa efek ke depan. Perkembangan terkait ini diharapkan dapat memberikan kejelasan atas posisi Danantara sebagai investor utama.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login