PERISTIWA
Donald Trump Ingin Bertemu Kim Jong Un, Hadapi Syarat Berat
Donald Trump ingin bertemu Kim Jong Un lagi, namun menghadapi persyaratan ketat dari Korea Utara, termasuk pengakuan status nuklir.
PANTAU24.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan keinginannya untuk bertemu kembali dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada akhir tahun ini. Meskipun demikian, Pyongyang memberikan respons dingin dengan menetapkan persyaratan yang sangat ketat untuk pertemuan tersebut. Kedua pemimpin ini diketahui memiliki hubungan pribadi yang baik, tetapi isu diplomatik belum menemui titik terang.
Langkah berani Trump dipicu oleh keputusannya untuk mengurangi skala latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang dianggap Korea Utara sebagai tindakan bermusuhan. Hal ini dilakukan di tengah konflik berkepanjangan di Iran selama enam bulan terakhir. Meski begitu, Pyongyang tetap meningkatkan dukungannya terhadap Rusia dalam konflik di Ukraina dengan mengirim pasukan dan peralatan militer.
Trump berpotensi mengadakan pertemuan penting di KTT APEC di Shenzhen, China, apabila Korea Utara bersedia menanggapi dengan positif. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa Washington terbuka untuk dialog tanpa syarat dengan Korea Utara, mempertegas komitmen AS terhadap denuklirisasi penuh.
Pemangkasan latihan militer oleh AS tidak diakui sebagai niat baik oleh Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un, yang menyebut latihan tersebut tetap agresif. Sebagai protes, Korea Utara meluncurkan sekitar sepuluh rudal balistik ke lepas pantai timurnya. Ia menegaskan bahwa “AS tidak akan mendapatkan jawaban yang diinginkan”.
Pakar dari Institut Studi Timur Jauh, Lim Eul-chul, menegaskan bahwa hubungan pribadi tidak seharusnya mengganggu kepentingan keamanan nasional Korea Utara. Sementara itu, Jenny Town dari Stimson Center mengatakan persyaratan Korea Utara mencakup perubahan kebijakan AS terhadap pengakuan status nuklir Pyongyang.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login