Connect with us

PERISTIWA

KAI Berencana Impor KRL Bekas Berusia 25 Tahun

KAI berencana mengimpor KRL bekas berusia 25 tahun, menghadapi kendala regulasi terkait batas usia kereta.

Published

on

PANTAU24.com – Kementerian Perhubungan RI menyoroti rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimpor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dengan usia lebih dari 20 tahun, melampaui batas usia maksimal 20 tahun yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengujian kelayakan kereta tersebut akan tetap dilakukan meski usia kereta melebihi batasan. Diungkapkannya, hal ini dibahas dalam diskusi di Mercure Bandung City Centre, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).

Dudy menyatakan bahwa keputusan untuk mengimpor KRL bekas ini bukanlah hal yang mudah, dan menghendaki adanya diskusi di antara semua pemangku kepentingan terkait. “Nah ini bukan perkara yang mudah tapi saya ingin makanya saya ingin semua duduk supaya kita bisa berbicara ada kebutuhan tapi juga ada kendala dari produksi,” ujar Dudy.

KAI melaporkan dalam forum yang sama bahwa KRL yang hendak diimpor telah beroperasi di Jepang selama 25 tahun dan direncanakan akan digunakan di Indonesia selama 10 tahun. Saat ini Indonesia membutuhkan tambahan 20 rangkaian KRL, dengan ketersediaan hanya sekitar 80-an dari kebutuhan total 105 rangkaian.

Menteri Dudy masih belum menetapkan sikap final terkait dorongan impor KRL bekas ini, mengingat harus mempertimbangkan pula keberlanjutan industri perkeretaapian dalam negeri. Ia menekankan pentingnya adanya pembicaraan mendalam antara pihak Kementerian Perhubungan, PT KAI, PT INKA, BPI Danantara, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan untuk mengatur kebijakan jangka panjang.

“Kita harus duduk, bicara. Tidak hanya bicara mengenai saat ini tapi juga in the long run seperti apa, kita tidak ingin nanti kebijakan itu seperti tambal sulam,” tambahnya, mempertegas urgensi tindakan yang terencana dalam pemenuhan kebutuhan transportasi umum di masa depan.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Detik – Finance.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.