Connect with us

PERISTIWA

Indonesia Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia

Indonesia mengekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia senilai Rp 3,39 triliun, stok dalam negeri tetap aman.

Published

on

PANTAU24.com – Indonesia akan mengekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,39 triliun. Langkah ini terwujud melalui penandatanganan MoU antara Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim. Proses penandatanganan disaksikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Kegiatan ekspor ini merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk memasuki pasar internasional. Pengiriman perdana sebesar 1.000 ton dijadwalkan berlangsung dalam pekan ini. Kementerian Pertanian menyatakan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri, di mana stok beras nasional mencapai 5,2 juta ton dan proyeksi produksi hingga Oktober 2026 mencapai 30 juta ton.

Malaysia memilih Indonesia sebagai pemasok baru karena sektor agrikultur di Indonesia dianggap berkembang dan memiliki surplus stok yang memadai. Selain itu, kualitas beras dengan patahan 5 persen dan kesamaan preferensi rasa serta metode kuliner antara kedua negara menjadi faktor pendukung kemitraan ini.

Selain berita ekspor beras, PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga Bright Gas mulai 15 Agustus 2026. Harga Bright Gas ukuran 12 kg turun Rp 2.000 sehingga menjadi Rp 218.000 per tabung, sedangkan varian 5,5 kg turun Rp 1.000 menjadi Rp 102.000 per tabung untuk wilayah Pulau Jawa. Penyesuaian ini dilakukan setelah evaluasi berkala terhadap dinamika harga pasar energi dunia.

Pertamina juga meluncurkan program promo Semarak Merdeka MyPertamina, memberikan diskon tambahan sebesar Rp 4.050 untuk isi ulang Bright Gas 5,5 kg dan potongan Rp 8.100 untuk isi ulang Bright Gas 12 kg, berlaku dari 15 hingga 23 Agustus 2026.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Kumparan.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.