Connect with us

PERISTIWA

Ekonom INDEF: Tantangan Kesejahteraan Indonesia Jelang HUT ke-81

Ekonom INDEF Didik J Rachbini menyoroti tantangan kesejahteraan Indonesia menjelang HUT ke-81. Transformasi ekonomi diperlukan.

Published

on

PANTAU24.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kesejahteraan umum yang adil dan setara dengan negara-negara lain. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J Rachbini menekankan perlunya transformasi dalam struktur ekonomi untuk mencapai tujuan ini.

Didik menjelaskan bahwa peningkatan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas yang ditekankan dalam konstitusi Indonesia, sejalan dengan tema HUT RI ke-81, yaitu Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. “Sudah ada kemajuan yang berarti dalam mencapai tujuan kesejahteraan umum tetapi masih jauh dari adil dan setara dengan negara-negara lain,” ungkap Didik dalam keterangan tertulisnya pada hari Sabtu (15/8/2026).

Menurut Didik, pada tahun 1998 ekonomi Indonesia sempat terpuruk dengan pendapatan sekitar US$ 455 per kapita, yang kemudian ditangani oleh Presiden ke-3 B.J. Habibie hingga terwujud stabilitas ekonomi dan politik. Saat itu, nilai tukar rupiah berhasil diturunkan dari Rp 16.400 menjadi Rp 6.500 per dolar AS.

Kendati demikian, Didik menyoroti bahwa dalam lima dekade terakhir, pendapatan Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan Korea Selatan, yang kini tujuh kali lipat lebih tinggi. Tantangan lain yang dihadapi adalah kemunduran kelas menengah, dengan 8,5 juta orang turun kelas menjadi lebih miskin, berdasarkan studi LPEM FEB UI.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto saat ini, pertumbuhan ekonomi sebesar 5% dianggap tidak memadai untuk memperbaiki penurunan kesejahteraan ini, terutama di kalangan menengah yang tabungannya terus berkurang. Didik menekankan bahwa kebijakan ekonomi yang lebih mendukung peran aktif negara perlu diprioritaskan untuk mengatasi masalah ekonomi ini.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Detik – Finance.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.