PERISTIWA
BNPB Siapkan Armada Udara untuk Tanggap Darurat Gempa NTT
BNPB siapkan armada udara dan posko logistik untuk tanggap darurat gempa NTT bermagnitudo 7,7.
PANTAU24.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membuka posko pendamping nasional di Labuan Bajo dan posko taktis lapangan di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna mendukung penanganan gempa dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
BNPB juga mendirikan media center di Kantor Bupati Manggarai Barat sebagai pusat informasi selama fase tanggap darurat berlangsung.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa posko tersebut akan berfungsi sebagai pusat operasional untuk memaksimalkan penanganan bencana bersama pemerintah daerah. “Kita harapkan ini bisa menjadi pos operasional selama fase tanggap darurat berlangsung untuk benar-benar bisa mendampingi pemerintah daerah supaya fase tanggap darurat ini bisa kita efektifkan dan optimalkan,” ujarnya dalam konferensi pers yang diikuti secara daring pada hari Minggu, 16 Agustus 2026.
BNPB juga mengaktifkan posko dukungan logistik nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, serta posko penerimaan logistik di Bandara Labuan Bajo dan posko logistik pendukung di Maumere. Langkah ini diambil untuk memudahkan penyaluran bantuan dari masyarakat dan organisasi kepada korban terdampak gempa. “Ini juga kita lakukan supaya manajemen logistik, manajemen development sumber daya, alat perangkat personel, dan anggaran bisa kita optimalkan,” tambah Abdul.
Untuk mempercepat distribusi bantuan, pemerintah menyiagakan armada udara di Labuan Bajo dan Maumere. Di Labuan Bajo terdapat satu unit helikopter Caracal dari TNI Angkatan Udara, heli Bell 412 dari TNI Angkatan Darat, satu unit heli dari BNPB, serta dua unit pesawat Caravan dari Kementerian Perhubungan dan BNPB. Sementara itu, di Maumere, disiapkan heli Bell 412 dari TNI Ad, heli dari TNI AL, dua heli Bell dari Kementerian Perhubungan, dan satu unit Caravan dari BNPB. Abdul menyatakan, “Ini semua kita siagakan dan kita siap untuk digunakan baik itu untuk mobilisasi personel maupun distribusi logistik jika diperlukan.”
BNPB melaporkan 53 orang meninggal akibat gempa hingga Minggu sore, dengan korban tersebar di wilayah Manggarai Barat, Manggarai Timur, Manggarai, Nagekeo, Sikka, dan Ende. Sebanyak 105 orang juga dilaporkan menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan. “Terdiri di Sikka 12 jiwa, Manggarai 17 jiwa luka berat, 20 jiwa luka ringan. Manggarai Timur 21 jiwa luka berat, 59 jiwa luka ringan. Manggarai Barat 6 jiwa luka berat,” jelas Abdul. Hingga kini, belum ada laporan orang hilang yang diterima oleh Basarnas.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login