Capaian Vaksinasi Masih Rendah, PPKM di Bolsel Naik Level 3

  • Share
Kepala Dinkes Bolsel, Sadly Mokodongan
Kepala Dinkes Bolsel, Sadly Mokodongan. (Dok. pantau24.com)

BOLSEL, PANTAU24.com-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bоlsel) kembali naik ke Level 3. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 58 Tahun 2021 tertanggal 8 November 2021.

Dalam instruksi yang ditandatangani Mendagri Muhammad Tito Karnavian itu disebutkan, penetapan level wilayah berpedoman pada indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan ditambahkan dengan indikator capaian total vaksinasi dosis 1 (satu), dimana level PPKM kabupaten/kota dinaikkan 1 (satu) level apabila capaian total vaksinasi dosis 1 (satu) kurang dari 40 persen.

Sementara, dikutip dari Inmendagri Nomor 47 Tahun 2021 disebutkan, penurunan level kabupaten atau kota dari level 3 menjadi level 2 dengan capaian total vaksinasi dosis 1 minimal sebesar 50 persen dan capaian vaksinasi dosis 1 lanjut usia (di atas 60 tahun) minimal sebesar 40 persen.

Berdasarkan, siaran pers terkait kondisi epidemiologi Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara per 17 November 2021, capaian kumulatif vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kabupaten Bolsel baru pada posisi 46,59 persen. Sementara vaksinasi dosis 1 lanjut usia (di atas 60 tahun) baru 24,59 persen.

Baca Pula:  Sabtu dan Minggu, Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Bolsel Tetap Jalan

Juru bicara Satgas penanganan Covid-19 Provinsi Sulut, Steven Dandel mengatakan, ada 2 indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19, yaitu tingkat transmisi dan kapasitas respon.

Fakta menarik dan bermanfaat

“Selanjutnya pemerintah pusat telah memasukkan indikator ketiga yaitu cakupan vaksinasi Covid-19 sebagai dasar assesment situasi Covid-19 suatu wilayah,” ungkap Dandel, melalui rilis.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Bolsel, Sadly Mokodongan mengklaim, berdasarkan data ril perfomance capaian vaksinasi di Bolsel sudah mencapai 72 persen.

“72 persen itu data ril, tapi untuk yang di online masih di bawah 50 persen,” ungkap Sadly, Rabu, 17 November 2021.

Lebih lanjut dijelaskan, secara akumulasi vaksinasi dosis 1 berdasarkan ril perfomance mencapai 53 persen. Sementara tahap 2 di angka 19 persen.

Baca Pula:  Manfaatkan Momen Liga 3, Polres Bolsel Gelar Vaksinasi

“Data itu bukan data terakhir, karena saat ini sedang berlangsung giat vaksinasi di beberapa desa dan kecamatan,” sahutnya.

Di sisi lain, ia mengakui ada beberapa kendala yang mempengaruhi capaian vaksinasi. Salah satunya, nomor induk kependudukan (NIK) sejumlah masyarakat yang tidak sesuai.

“Itu yang mengakibatkan sulitnya penginputan melalui system online,” kata Sadly.

Kendati begitu, dirinya optimis Kabupaten Bolsel mampu mencapai 80 persen atau 42,156 ribu dari 52,696 ribu warga sasaran vaksinasi di Bolsel pada akhir tahun 2021 ini.

“Insya Allah kami optimis capai 80 persen, karena melihat animo masyarakat akhir-akhir ini meningkat,” bebernya, sembari menyebutkan stok vaksin yang tersedia di Bolsel saat ini masih aman.

“Bahkan masyarakat bisa memilih mau pakai vaksin jenis apa. Kalau warga lebih suka yang jenis sinovac silakan, stoknya masih banyak,” pungkasnya.

  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com