Ini Gejala Dan Pencegahan Penyakit Hepatitis Akut yang Menyerang Anak-anak

  • Share
Kasus hepatitis akut yang terjadi pada anak-anak saat ini belum ada yang bisa memastikan penyebabnya, berikut gejala Hepatitis akut. (Foto: Ilustrasi)

BOLSEL, PANTAU24.COM-Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI nomor HK.02.02/C/2515/2022 Tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya, Pemerintah Kabupaten Bolsel langsung bergerak cepat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolsel, Febrial Podomi, mengatakan sejauh ini pihaknya belum menemukan kasus penyakit hepatitis di daerah.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kasus seperti itu, di Sulawesi utara secara keseluruhan juga belum ada,” katanya, ketika ditemui awak media dinkantornya, Selasa 10 Mei 2022.

Meskipun belum ada kasus hepatitis disertai gejala di Kabupaten Bolsel, Febrial mengaku pihaknya akan mengantisipasi dengan mensosialisasikan terkait gejala dan pencegahan penyakit misterius yang menyerang anak usia 1 hingga 16 tahun ini kepada masyarakat.

Baca Pula:  Capaian Vaksinasi Masih Rendah, PPKM di Bolsel Naik Level 3

“Jika ada anak-anak yang memiliki gejala mual, muntah, diare berat, demam ringan, kejang, air kencing berwarna seperti teh, BAB berwarna putih pucat, warna mata dan kulit menguning, gangguan pembekuan darah dan kesadaran menurun, segera di bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk di lakukan pemeriksaan,” ujarnya,

Fakta menarik dan bermanfaat

Febrial menambahkan, pemeriksaan di fasilitas kesehatan hanya sebagai peemeriksaan awal. Setelah dilakukan pemeriksaan, sampel darahnya akan dikirm ke Manado untuk menentukan pasien positif hepatitis atau tidak.

Baca Pula:  Sabtu dan Minggu, Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Bolsel Tetap Jalan

“Untuk penanganan awal di rumah sakit ada. Nanti hasil sampelnya dikirim ke Manado, karena kita disini belum ada alat regen dan lab khusus untuk menentukan pasien positif atau tidak,” tambahnya.

Meski begitu, Febrial mengaku pencegahan awal penyakit hepatitis ini bisa di cegah dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat.

“Untuk pencegahan awal, masyarakat diminta untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti rutin cuci tangan dengan sabun, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan dengan orang lain, menghindari kontak dengan orang sakit, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan serta mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com