Connect with us

Bolsel

Strategi Jitu Pemkab Bolsel Capai Kekebalan Kelompok

Saat ini kabupaten Bolsel sudah tidak ada kasus positif Covid-19 pada dua bulan terakhir tetapi masih berada di PPKM Level III. Ini dikarenakan capaian vaksinasi masih berada di bawah 50 persen.

Published

on

BOLSEL, PANTAU24.com-Capaian vaksinasi Covid-19 saat ini menjadi acuan level Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di setiap kabupaten dan kota di Indonesia, seperti instruksi dari Kementerian Dalam Negeri tentang PPKM yang berlaku sejak 9-22 November 2021 yang menghantarkan kabupaten Bolsel ke PPKM Level III.

Tak hanya itu, vaksin juga saat ini menjadi salah satu syarat bagi masyarakat saat melakukan perjalanan ke luar daerah yang menggunakan transportasi darat, udara dan Laut. Serta menjadi syarat juga saat masuk di tempat perbelanjaan seperti mall dan toko-toko.

Sesuai data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) per 8 November 2021, total sasaran vaksinasi 52.696 diantaranya, SDM kesehatan 729 orang, Pelayanan Publik 4.624, Remaja 7.787, Lansia 4.523, Masyarakat Rentan 7.065 dan masyarakat umum 27.968 orang. Capaian vaksinasi tahap satu 47,4 persen serta tahap dua 16,5 persen.

Bupati Iskandar Kamaru menyampaikan, memang saat ini kabupaten Bolsel sudah tidak ada kasus positif Covid-19 pada dua bulan terakhir tetapi masih berada di PPKM Level III. Ini dikarenakan capaian vaksinasi masih berada di bawah 50 persen.

“Pemkab sendiri menargetkan pada akhir bulan November ini sudah berada di 80 persen, agar pada Desember tinggal mengejar 20 persen,” ujarnya.

Fakta menarik dan bermanfaat
Baca Pula:  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Bupati Bolsel Teken MoU dengan Rektor UNG

Lanjutnya, ini menjadi tugas semua pihak agar target vaksinasi tercapai, dan harus ada dorongan dari pemerintah desa hingga pemerintah kecamatan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar mau melaksanakan vaksinasi.

“Pemdes harus aktif mengajak masyarakatnya melakukan vaksinasi, agar Bolsel sudah bisa capai Herd Immunity (kekebalan kelompok). Walaupun sekarang sudah banyak desa yang mencapai 80 persen ini bisa menjadi contoh oleh Desa-desa lain.”

“Kita juga sudah di bantu pihak TNI-Polri agar percepatan vaksinasi cepat tercapai. Mereka siap untuk melakukan antar jemput bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi tetapi tidak memiliki kendaraan,” ungkap Iskandar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolsel Sadly Mokodongan mengatakan, pihaknya sangat optimis bahwa target 80 persen akan tercapai pada akhir bulan November. Pasalnya, perhari saja sekarang peningkatan vaksinasi tahap satu hingga 8 persen.

“Antusias masyarakat sudah baik untuk melakukan vaksinasi. Tim vaksinator dari tiap puskesmas yang berada di tujuh kecamatan berjalan dengan baik. Setiap hari melakukan vaksinasi di tiap desa atau sekolah,” imbuhnya.

Dikatakan, walaupun antusias warga yang ingin melakukan vaksin telah meningkat, tetapi ada beberapa kendala juga dalam pelaksanaan vaksinasi.

Baca Pula:  Wakil Menteri Pariwisata RI Angela Tanoesoedibjo Lirik Maleo dan Spot Baracuda Bolsel

“Dalam pelaksanaan vaksinasi sering terjadi beberapa kendala, seperti NIK KTP peserta vaksin tidak sesuai yang ada di pusat, maka saat penginputan secara online oleh tim vaksinator tidak bisa dilakukan karena NIK tak sesuai yang ada di Disdukcapil.”

“Maka peserta harus ditunda sementara. Saat ini referensi utama memakai data base e-KTP Disdukcapil jika tidak sesuai maka sistem tidak terbaca,” kata Sadly.

Saat ditemui di ruang kerjanya, kepala Disdukcapil Gunawan Otuh menyampaikan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Dinkes untuk percepatan vaksinasi.

“Kita sudah berikan nomor operator kepada tim vaksinasi. Jika ditemukan masalah pada NIK peserta, tim tinggal hubungi saja ke pihak Disdukcapil dengan mengirimkan foto KTP peserta yang bermasalah nanti akan dilakukan validasi data,” ujarnya.

Ia menambahkan, memang paling banyak keluhan itu pada NIK yang belum online. Masyarakat masih menggunakan KTP lama belum beralih ke e-KTP jadi belum terdaftar di sistem online.

“Untuk melakukan validasi tidak perlu lama, hanya membutuhkan waktu satu jam saja sudah selesai di validasi data, masyarakat tidak perlu menunggu lama langsung bisa di vaksin hari itu juga,” pungkasnya.