Gus Menteri Optimis Pembangunan Lebih Terara Melalui SDGs Desa

  • Share
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar saat memberikan sambutan pada kegiatan Regional Meeting Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara yang digelar Universitas Negeri Gorontalo, Sabtu, 12 Juni 2021.

PANTAU24.COM-Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengakui, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM yang menjadi fokus utama pembangunan desa belum maksimal.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Regional Meeting Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara yang digelar Universitas Negeri Gorontalo, Sabtu, 12 Juni 2021.
Halim Iskandar menjelaskan, kendala yang dihadapi desa selama ini adalah tidak dapat membedakan mana yang harus menjadi skala prioritas pembangunan karena faktor minimnya data.

Baca Pula:  Gus Menteri: Visi Misi Calon Kepala Desa Harus Mengacu pada SDGs

“Desa masih menjadi objek pembangunan bukan menjadi subjek pembangunan. Saya berharap, melalaui SDGs Desa sebagai konsep pembangunan berkelanjutan pembangunan desa lebih terarah dan semata untuk kesejahteraan warga desa bukan karena berbasis keinginan orang-orang tertentu,” katanya.

Saat ini, lanjut sosok yang dikenal sebagai Gus Menteri, pemutakhiran data berbasis SDGs Desa sudah mencapai 50 persen. Melalui data yang update tersebut maka dengan mudah Kepala Desa mengukur sektor apa saja perlu dibenahi selama satu priode kepemimpinannya.

“Kedepan perencanaan pembangunan di desa Insya Allah yakin sudah menempatkan desa sebagai subjek pembangunan,” terang Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Fakta menarik dan bermanfaat
Baca Pula:  Dana Desa 2021 Prioritaskan Pencapaian SDGs Desa

Lebih lanjut, Gus Menteri mengajak seluruh kementerian dan lembaga lainnya agar berkoordinasi dan mencocokkan data masing-masing dengan data berbasis SDGs Desa yang digarap Kepala Desa dan Pendamping Desa selama ini.

“Kemudian ketika sudah dikonsolidasi data ini menjadi milik desa kembali dan disitulah akan kelihatan berapa sebenarnya angka kemiskinan kita, berapa sebenarnya tinggi masyarakat yang terkena penyakit kronis,” terangnya.(*)



  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com