Batal Berangkat Tahun ini, Jemaah Haji Bisa Ambil Biaya yang Sudah Disetor

  • Share
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. (Foto dok. Kemenag)

PANTAU24.COM-Pemerintah resmi membatalkan keberangkatan haji untuk jemaah Indonesia di 1442 Hijriah/2021 Masehi. Bagi jemaah haji Indonesia yang batal berangkat ke tanah suci Makkah di tahun ini bisa mengambil kembali biaya perjalanan haji-nya (BIPIH) yang sudah disetorkan ke pemerintah.

“Jadi uang jemaah aman, dana haji aman. Jadi bisa diambil kembali atau bisa tetap berada di BPKH untuk kita perhitungkan nanti jika ada pemberangkatan ibadah haji,” kata Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas melalui konferensi persnya, Kamis 3 Juni 2021.

Menteri mengatakan, jemaah haji yang batal berangkat pada tahun 2021 akan menjadi jemaah haji tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi. Namun, pemerintah tidak keberatan jika para jemaah ingin mengambil kembali BIPIH yang sudah distorkan ke pemerintah.

Baca Pula:  Gelar Paripurna, DPRD Bolmong Beri Catatan Pelaksanaan APBD 2019

“Jadi sekali lagi dana haji aman,” ujar dia.

Keputusan pembatalan keberangkatan jemaah Indonesia diatur dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 3 Juni 2021. Dalam surat keputusan tersebut, ada sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar pemerintah membatalkan pemberangkatan jemaah haji. Pertama, terancamnya kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji akibat pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

Fakta menarik dan bermanfaat
Baca Pula:  Update Covid-19 Sulut 13 September: Manado 13 kasus baru, Tomohon 4, Bitung 7, Minahasa 2

Sementara, dalam ajaran Islam, menjaga jiwa harus dijadikan dasar pertimbangan utama dalam menetapkan hukum atau kebijakan oleh pemerintah. Pertimbangan lainnya yakni Kerajaan Arab Saudi hingga kini belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.

Arab Saudi juga belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Padahal, pemerintah Indonesia butuh waktu yang cukup untuk melakukan persiapan pelayanan jemaah haji.(*)

  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com