Connect with us

Bolsel

Hindari Klaster Kantor, Disdukcapil Bolsel Jemput Bola

Published

on

Pelayanan perekaman e-KTP di wilayah Kecamatan Pinolosian Timur

BOLSEL, PANTAU24.COM-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus berupaya memaksimalkan pelayanan meski di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Warga yang datang diwajibkan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun serta menjaga jarak.

Kendati begitu, jika pengunjung membludak, upaya tersebut kerap sulit dikendalikan. Kerumunan warga juga sulit dihindari sehingga rentan terjadi penularan. Bahkan berpotensi terjadi klaster perkantoran.

Sebagai langkah antisipasi penularan virus Covid-19 di lingkungan kantor, pihak Disdukcapil Bolsel mengambil langkah antisipatif dengan turun langsung ke lapangan.

Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Kependudukan Disdukcapil Bolsel, Sudarmin Bayowo menuturkan, upaya ini lebih dulu di titik fokuskan pada wilayah-wilayah yang jangkauannya jauh dari pusat pemerintahan, seperti wilayah Kecamatan Pinolosian Tengah hingga Pinolosian Timur. Sebelumnya, pihaknya juga menyasar wilayah Kecamatan Tomini hingga Kecamatan Posigadan.

“Selain menghindari agar tidak terjadi kerumunan di kantor, ini juga merupakan bentuk komitmen Pemkab Bolsel dalam upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan administrasi kependudukan. Jadi kami turun langsung ke lapangan,” kata Sudarmin saat dihubungi via ponselnya, Rabu 11 November 2020.

Dalam pelayanan di lapangan, pihaknya mengatur beberapa desa yang saling berdekatan sekaligus untuk mendapatkan pelayanan. Sementara, jika dalam satu desa terinformasi juga bahwa ada warga yang lanjut usia (lansia) ataupun sakit dan tidak bisa datang, maka warga tersebut akan dikunjungi langsung ke rumahnya.

“Selain perekaman e-KTP, kita juga melakukan validasi kembali data kependudukan. Termasuk ada beberapa warga yang sudah meninggal tapi masih tercatat. Dan faktanya, dalam satu desa ada beberapa yang sudah meninggal tapi tidak membuat akta kematian, sehingga masih tercatat di data kependudukan,” terangnya.

Disisi lain, dalam pelayanan langsung ke masyarakat, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Wajib pakai masker. Hanya dibuka saat perekaman pada bagian wajah. Dan selain tempat cuci tangan, kami juga menyiapkan hand sanitizer,” pungkasnya.

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Zonautara.com
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com