PERISTIWA
Peluang Kelas Menengah Jadi Pengusaha Lewat Lelang Properti
Lelang properti dinilai membuka peluang bagi kelas menengah untuk memulai bisnis dengan modal terjangkau.
PANTAU24.com – Lelang properti dengan harga antara Rp200 juta hingga Rp500 juta membuka peluang bagi masyarakat kelas menengah untuk menggeluti usaha jual beli rumah. Skema ini memungkinkan pelaku usaha untuk membeli rumah lelang, memperbaikinya, kemudian menjual kembali, sebagai salah satu alternatif bisnis properti dengan modal yang lebih terjangkau.
Pengamat properti, Panangian Simanungkalit, menyatakan bahwa peluang ini dapat melahirkan pelaku usaha properti baru dari kalangan menengah bahkan menengah ke bawah. “Ini akan menciptakan property-preneur di kalangan menengah. Bahkan mungkin menengah ke bawah,” ujarnya pada diskusi tentang lelang properti BTN di Jakarta.
Panangian mengibaratkan model usaha ini serupa dengan perdagangan mobil bekas, di mana pelaku usaha membeli aset, melakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitasnya, dan lalu menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi. Ia menambahkan, peluang ini semakin terbuka karena adanya kehati-hatian investor terhadap properti bernilai lebih dari Rp1 miliar.
Perkembangan pasar lelang tercermin dalam penjualan aset PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Sejak Agustus 2026, jumlah aset yang terjual melalui lelang telah melampaui total pencapaian tahun 2025. Memasuki triwulan IV 2026, sebanyak 6.000 agunan terdaftar untuk dilelang dari target 10.000 agunan sepanjang tahun ini.
Menurut Panangian, perkembangan teknologi digital mempermudah akses informasi properti lelang. BTN memasarkan aset lewat aplikasi dan portal daring, serta bekerja sama dengan DJKN dan agen properti. Bagi pembeli yang memerlukan pembiayaan, BTN menyediakan fasilitas KPR Maju.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login