PERISTIWA
Penggerebekan Laboratorium Narkoba di Aceh, 1,2 Ton Sabu Disita
Penggerebekan laboratorium narkoba di Pidie, Aceh, amankan 1,2 ton sabu. Polri, BNN kolaborasi
PANTAU24.com – Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai berhasil membongkar laboratorium narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Pidie, Aceh. Penggerebekan ini berhasil mengamankan 1,2 ton sabu dan menangkap 11 orang pelaku pada Rabu (21/10/2026).
Laboratorium rahasia tersebut disamarkan di deretan ruko di kawasan Mutiara Timur, Pidie. Petugas langsung mengepung ruko tersebut dari depan dan belakang. Setelah gagal mendapatkan respons, tim mendobrak pintu belakang untuk masuk. Di dalam, lampu-lampu dipadamkan dan para pelaku berusaha bersembunyi dari petugas.
Pada proses penangkapan, enam orang berinisial LJ, XM, F, MY, AK, dan AY ditangkap di lokasi. Sementara itu, lima orang lainnya, yaitu RY, RM, RZ, MN, dan B, diamankan di tempat terpisah. Laboratorium ini disediakan berbagai tahapan proses produksi sabu dengan bahan kimia berbahaya dan peralatan lengkap.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa laboratorium tersebut memproduksi sabu berkualitas tinggi bernama blue ice. “Sabu yang bisa dibilang terbaik atau dikenal dengan blue ice ini berhasil kita ungkap berkat kolaborasi, keterpaduan, dan joint operation antar-lembaga,” ujar Suyudi dalam konferensi pers di Pidie.
Barang bukti yang diamankan antara lain 60 kaleng Titan Pro, empat kompor dua tungku, tujuh tabung gas 12 kg, tiga mesin cuci, dan enam ponsel. “Proses yang mereka lakukan sangat sistematis dan terstruktur, menunjukkan bahwa jaringan ini dikendalikan oleh ahli kimia berpengalaman,” tegas Suyudi, sambil mengingatkan pemilik properti untuk lebih berhati-hati dalam menyewakan ruko mereka.
Diolah dari laporan Detik – Berita.


You must be logged in to post a comment Login