PERISTIWA
Industri Keramik Indonesia Terancam PHK Massal Akibat Krisis Gas
Industri keramik Indonesia terancam PHK massal akibat krisis pasokan gas, mengancam 900 pekerja dengan penurunan produksi signifikan.
PANTAU24.com – Industri keramik nasional menghadapi ancaman besar dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sekitar 900 buruh keramik akibat krisis pasokan gas bumi. Hal ini terungkap di Jakarta, ketika kapasitas produksi harus dikurangi karena buruknya ketersediaan energi.
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, menunjukkan bahwa pembatasan pasokan gas telah memberikan dampak signifikan bagi industri. “Sebagai informasi, per hari ini saya di sini, kami mendata dari teman-teman industri, ini sudah sekitar 1.400 karyawan terdampak, 500-an di bulan Juli lalu sudah di-PHK, ini sekitar 900 hari ini masih status perumahan karyawan,” ujar Edy kepada CNBC Indonesia, Jumat (14/10/26).
Kondisi ini menjadi lebih memprihatinkan karena industri keramik sedang berupaya memulihkan kinerja produksinya sepanjang tahun 2026. Akan tetapi, dengan adanya pembatasan gas berkelanjutan, perusahaan harus siap menghadapi risiko penurunan utilisasi, yang seharusnya tidak terjadi di saat momentum peningkatan produksi.
Edy menjelaskan bahwa utilisasi industri keramik sempat mencapai 75% pada Januari-Agustus 2026, naik dari 73% pada tahun sebelumnya. Namun, “kalau kita lihat dengan kondisi hari ini, dengan pembatasan pemakaian gas, di bulan Oktober ini utilisasi sudah turun di bawah 70%. Nah, kalau ini berlanjut sampai akhir Desember, saya yakin di November-Desember ini akan turun lagi di bawah 70%. Mungkin hanya sekitar 60%,” ungkap Edy lagi.
Persoalan ini telah disampaikan oleh Asaki kepada Kementerian Perindustrian pada pertengahan September, meski hingga Oktober, masalah pasokan gas belum terselesaikan sepenuhnya. “Nah, otomatis apa yang tadi saya sampaikan di awal bahwa ada 1.500 yang karyawan terdampak, nah, ini yang tadinya status masih dirumahkan, ini bisa berubah status jadi PHK. Nah, ini yang harus kita cegah,” tegas Edy.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login