PERISTIWA
12 Tewas dan 309 Terluka dalam Serangan di Bandara Riyadh
12 orang tewas, 309 terluka dalam serangan di bandara Riyadh, Arab Saudi. Serangan mematikan ini makin mengeskalasi konflik dengan Houthi Yaman.
PANTAU24.com – Setidaknya 12 orang tewas dan 309 lainnya terluka dalam serangan di bandara internasional di Riyadh, Arab Saudi, menurut otoritas setempat. Serangan ini menyebabkan penangguhan operasi di Bandara Internasional King Khalid.
Korban tewas termasuk empat warga Saudi, dua orang asal Bangladesh, dan masing-masing satu orang dari AS, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir, sebagaimana dikonfirmasi oleh otoritas penerbangan sipil Saudi. Koalisi militer yang dipimpin Saudi bersumpah akan merespons serangan yang diklaim sebagai “kejahatan perang” ini dan menuduh kelompok Houthi dari Yaman sebagai pelakunya.
Houthi belum berkomentar tentang serangan yang terjadi pada Sabtu tersebut, namun sebelumnya mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan terpisah di bandara yang sama pada Kamis lalu yang menewaskan tiga orang dan merusak sebuah pesawat. Tiga orang lainnya juga tewas dalam serangan Houthi di dua bandara Saudi lainnya pada 6 dan 7 Oktober.
Serangan Sabtu ini merupakan yang paling mematikan di kerajaan tersebut sejak Mei 2015. Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dan Houthi yang didukung Iran telah meningkat belakangan ini, dengan Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara tersebut.
Pada Sabtu, sebuah proyektil juga jatuh di dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam di timur Saudi, menurut koalisi pimpinan Saudi. Beberapa korban luka-luka berada dalam kondisi kritis, dan kerusakan pada bandara sedang dinilai. Seorang saksi mata melaporkan bahwa mereka melihat gerbang 401 terkena dan orang-orang terluka di depan mata mereka.
Lebih dari selusin ambulans dilaporkan menuju ke bandara, menurut kantor berita Reuters yang mengutip seorang saksi mata. Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayjen Turki al-Maliki, menjelaskan bahwa serangan tersebut mengakibatkan kematian dan cedera di antara penumpang sipil dan staf bandara, dan menyebutnya sebagai “kejahatan perang yang penuh”.
Menanggapi serangan ini, Sekretaris Negara AS Marco Rubio mengecamnya keras dan mengonfirmasi bahwa seorang warga Amerika tewas dalam serangan tersebut. Presiden Donald Trump menyatakan AS mungkin akan bergabung dengan Saudi dalam melancarkan serangan terhadap Houthi. “Kami baru mendapatkan informasi tentang serangan ini, jadi kami akan membuat keputusan,” ujar Trump.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengaku sangat terkejut oleh serangan yang disebutnya sebagai “pelanggaran hukum internasional” dan menuntut agar segera dihentikan. Serangan ini juga dikutuk oleh Mesir, Palestina, dan Qatar. Kedutaan besar negara-negara Barat di Saudi memperingatkan warganya untuk menjauhi bandara di Riyadh.
Konflik tersebut bereskalasi setelah Houthi mengumumkan “blokade maritim” terhadap Arab Saudi serta mulai melancarkan serangan misil dan drone ke bandara, fasilitas minyak, dan tanker di Laut Merah.
Diolah dari laporan BBC News.


You must be logged in to post a comment Login