PERISTIWA
Tips Membangun Networking Sejak Muda untuk Kesuksesan
Tips untuk membangun networking sejak muda sangat penting dalam membuka peluang karier dan memperluas masa depan sukses.
PANTAU24.com – Kemampuan membangun relasi atau networking sejak muda menjadi kunci penting dalam membuka peluang karier dan masa depan yang lebih cerah. Di tengah cepatnya laju globalisasi, kecerdasan intelektual saja tidaklah cukup. Sejumlah tips berikut dapat membantu kaum muda memperluas jaringan mereka sejak dini.
Aktivitas mengikuti kegiatan berskala global dapat menjadi langkah awal dalam membangun networking. Bergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler, kompetisi, atau simulasi internasional seperti konferensi Model United Nations (MUN), workshop daring, atau program pertukaran pemuda dapat mempertemukan peserta dengan individu dari berbagai latar belakang budaya dan negara. Hal ini dapat meningkatkan wawasan dan perspektif mereka.
Kemampuan komunikasi dan empati juga merupakan aspek penting dalam merajut hubungan yang bermakna. Sebagai pendengar yang baik, memahami sudut pandang orang lain menjadi cara efektif untuk membangun relasi yang langgeng dan bermakna. Membangun networking bukan sekadar mengumpulkan kontak, tetapi tentang menciptakan hubungan yang bermakna dengan orang lain.
Untuk memperluas networking, penting bagi individu untuk berani keluar dari zona nyaman. Rasa malu atau takut salah sering menjadi penghalang terbesar dalam berkenalan dengan orang baru. Namun, forum diskusi publik atau seminar dapat menjadi lingkungan aman yang melatih keberanian dalam berinteraksi. Muhammad Fahrizal, Presiden organisasi International Global Network (IGN), menekankan pentingnya perspektif dan keterampilan negosiasi dalam konferensi MUN seperti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Cibubur Chapter.
Konferensi AYIMUN Cibubur Chapter, yang digelar pada 26-27 September 2026 di Trans Hotel Jakarta, melibatkan 312 siswa dari 165 sekolah/universitas di Indonesia. Dalam konferensi ini, peserta berkesempatan belajar melalui sesi diskusi, simulasi sidang diplomasi, dan negosiasi yang meniru sidang United Nations. “Dunia tidak hanya membutuhkan anak muda dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi dengan jelas, bekerja sama, dan mengambil keputusan dengan bertanggung jawab,” ujar Fahrizal.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login