Connect with us

PERISTIWA

Pengembangan Kereta Ekonomi Kerakyatan Oleh KAI

KAI meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan dengan tarif terjangkau untuk masyarakat menengah.

Published

on

PANTAU24.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan layanan kereta api berbasis ekonomi kerakyatan yang menyasar masyarakat menengah dengan tarif terjangkau namun tetap menawarkan kapasitas angkut yang besar. Program ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan pilihan perjalanan kereta yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sejak diluncurkan pada awal tahun, respon penumpang terhadap layanan ini cukup tinggi.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua kereta yang menunjang ekonomi kerakyatan. “Di awal tahun kami telah meluncurkan 2 kereta yang menunjang ekonomi kerakyatan. Pertama adalah Kereta Kelas Ekonomi Kerakyatan dengan kapasitas harian 1.116 dan okupansinya luar biasa 155%. Rata-rata harian penumpang 1.729 dan total penumpang 142.566,” ungkap Bobby dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI.

Proyek ini juga terkait dengan rencana penataan armada layanan Public Service Obligation (PSO). “Inisiatif dari KA Ekonomi Kerakyatan ini atas arahan dari Bapak Presiden untuk kita mulai nanti mengganti kereta-kereta PSO yang sekarang per gerbongnya 106 tempat duduk itu menjadi 93 tempat duduk dan tempat duduknya itu searah dengan arah perjalanan kereta,” jelas Bobby. Model baru ini menambah opsi bagi masyarakat dengan tarif yang lebih rendah daripada kelas ekonomi komersial.

Saat ini, rute Pasar Senen-Lempuyangan sudah berjalan dengan tarif Rp125.000 dan terus menunjukkan permintaan yang tinggi. Bobby menambahkan bahwa KAI merencanakan untuk menambah konversi lebih dari 75 gerbong guna mendukung layanan ini. Kereta ekonomi kerakyatan tidak menggantikan layanan PSO. Sebaliknya, KAI sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan subsidi pemerintah melalui skema PSO.

Dengan adanya subsidi ini, tarif dapat lebih rendah, serupa dengan tarif PSO yang saat ini dinikmati masyarakat. “Sekarang PSO ini sekitar Rp 80.000, jadi nanti (KA Ekonomi Kerakyatan) akan Rp 80.000 atau bisa di bawah itu,” jelas Bobby.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.