Connect with us

PERISTIWA

Pangdam Cenderawasih: Empat Korban Penembakan Bukan Intel TNI

Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang pastikan empat korban penembakan di Jayawijaya adalah warga sipil, bukan intel TNI.

Published

on

PANTAU24.com – Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, menegaskan bahwa empat orang yang menjadi korban dalam penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) adalah warga sipil. Pernyataan ini disampaikan untuk mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan para korban sebagai anggota intelijen.

Febriel menyebutkan bahwa tiga dari empat korban bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, sedangkan satu korban lainnya, Aris Sanda, berprofesi sebagai sopir lajuran. “Saya pastikan keempat korban adalah warga sipil,” ujar Febriel di Jayapura, Minggu (20/9).

Febriel juga mengungkapkan rasa duka cita atas insiden tersebut dan memastikan bahwa TNI-Polri akan terus mengejar pihak yang terlibat dalam penembakan. Febriel menambahkan bahwa aksi penembakan warga sipil di wilayah Papua menjadi perhatian serius bagi TNI, yang telah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif.

Untuk menangani situasi di Jayawijaya, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi telah menuju Wamena untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. “Secara teknis saya tidak bisa menjelaskan apa yang dilakukan, namun yang terpenting adalah TNI berkomitmen untuk menciptakan situasi yang aman di Tanah Papua,” lanjut Febriel.

Menurut Febriel, rangkaian penembakan yang marak terjadi di sejumlah wilayah Papua semakin menguatkan komitmen TNI-Polri untuk menumpas kekuatan KKB. “Langkah yang diambil TNI-Polri akan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar dapat terlaksana,” paparnya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.