Connect with us

PERISTIWA

Waduk Jatigede Terancam Kekeringan, Area Terdampak 360 Lapangan Bola

Waduk Jatigede di Sumedang terancam kekeringan; area terdampak mencapai 260,01 hektare, setara dengan 360 lapangan bola.

Published

on

PANTAU24.com – Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terancam mengalami kekeringan yang berdampak hebat pada perubahan tutupan genangan air di wilayah tersebut. Menurut Badan Informasi Geospasial (BIG), area yang sebelumnya tertutup air kini menjadi daratan terbuka seluas hingga 260,01 hektare pada September 2026. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemetaan Tematik BIG, Gatot Haryo Pramono, dalam keterangan tertulisnya.

Pengamatan menggunakan citra satelit yang diterjemahkan melalui sistem Piksel menunjukkan perubahan signifikan dari area tergenang menjadi daratan terbuka di bagian selatan waduk. Pemantauan dilakukan dari tanggal 9 Juni hingga 7 September 2026. Pada awal pengamatan, genangan air masih mendominasi, tetapi memasuki bulan Juli, daratan mulai terlihat di tepian, dan perubahan semakin nyata pada bulan Agustus dan September.

Gatot menjelaskan bahwa ukuran area yang berubah dari tergenang menjadi daratan mencapai 138,3 hektare pada Juli, meningkat menjadi 252,3 hektare pada Agustus, dan mencapai 260,01 hektare pada September. Luasan ini setara dengan sekitar 360 lapangan sepak bola. Ia menegaskan bahwa data ini tidak berarti seluruh Waduk Jatigede mengalami penyusutan seragam, tetapi pengukuran difokuskan pada area tertentu.

Citra satelit ini diperlukan untuk mengetahui penyebab dan kondisi hidrologis waduk secara keseluruhan, yang juga memerlukan data pendukung seperti tinggi muka air, volume tampungan, dan debit air. Teknologi Piksel memungkinkan pemantauan permukaan bumi secara lebih mudah dari waktu ke waktu.

BIG mengungkapkan bahwa pengamatan Waduk Jatigede ini menunjukkan pentingnya penginderaan jauh untuk mengubah perubahan yang terlihat dari citra satelit menjadi informasi yang lebih terukur. “Melalui Piksel, BIG terus membuka pemanfaatan data satelit untuk berbagai kebutuhan, seperti pemantauan sumber daya air, kebencanaan, perubahan tutupan lahan, hingga kondisi lingkungan di berbagai wilayah Indonesia,” kata Gatot.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Detik – Finance.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.