PERISTIWA
Cuaca Ekstrem Sebabkan Kenaikan Harga Cabai dan Daging Ayam di Tasikmalaya
Cuaca ekstrem memicu kenaikan harga cabai merah dan daging ayam di Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya. Pasokan terbatas akibat gagal panen.
PANTAU24.com – Cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Indonesia telah mempengaruhi stabilitas harga pangan, termasuk di Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya. Harga cabai merah dan daging ayam mengalami kenaikan signifikan akibat terbatasnya pasokan dari petani yang mengalami gagal panen.
Darwan (52), seorang pedagang cabai di pasar tersebut, menjelaskan bahwa produksi cabai menurun drastis karena banyak lahan yang rusak selama musim kemarau. “Permintaan cabai cukup tinggi, namun pasokan terbatas karena banyak petani gagal panen. Cuaca ekstrem sangat berpengaruh pada hasil produksi, apalagi lahan cabai mulai terserang penyakit seperti hama kutu kebul dan patek,” ungkap Darwan pada Minggu (13/9/2026).
Kenaikan harga yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir ini juga berdampak pada penurunan omzet para pedagang. Ketidakseimbangan antara permintaan tinggi dan stok yang terbatas memicu lonjakan harga. Hal ini diperkuat oleh Kepala UPT Pasar Cikurubuk, Deri Herlisana, yang mengatakan bahwa selain cabai dan daging, beberapa kebutuhan pokok lainnya juga mengalami peningkatan harga.
Bawang merah Brebes dijual Rp55 ribu, bawang putih Rp45 ribu, minyak goreng curah Rp22 ribu per kg, dan Minyakita Rp21 ribu per liter. Sementara beras kualitas premium berkisar antara Rp13.500 hingga Rp16.000 per kg,” jelas Deri.
Pihak pengelola pasar menduga cuaca ekstrem adalah faktor utama yang merusak rantai pasok komoditas, yang pada gilirannya menaikkan harga eceran di pasar tradisional. Selain itu, minimnya pasokan selama musim kemarau turut menyebabkan harga cabai rawit di lokasi lain seperti Pasar Kite Sungailiat, Bangka, melonjak hingga Rp90 ribu per kg.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login