PERISTIWA
Hubungan Inggris-Israel Memburuk Akibat Kebijakan Baru
Hubungan Inggris dan Israel memburuk setelah Inggris melarang perdagangan dengan permukiman Israel di Tepi Barat. Langkah ini menuai reaksi keras dari Israel.
PANTAU24.com – Keputusan pemerintah Inggris untuk melarang perdagangan dengan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki memicu respons marah dari Israel. Langkah ini menandai ketegangan baru dalam hubungan diplomatik antara kedua negara. Selain Inggris, 11 negara termasuk Prancis, Spanyol, dan Kanada, juga mengambil langkah sejenis yang memperparah kemarahan Israel.
Keputusan ini termasuk penutupan konsulat Inggris di Yerusalem Timur dan penarikan wakilnya dari Pusat Dukungan Gaza Internasional. Tindakan tersebut dianggap sebagai respons Israel yang sangat bermusuhan terhadap langkah Inggris dan negara lainnya. Meski produk dari permukiman mungkin tidak mendominasi ekspor Israel, simbolisme politik dari tindakan ini memiliki dampak signifikan.
Selama bertahun-tahun, pemerintah Inggris dan negara lainnya menganggap permukiman di wilayah Palestina diduduki sebagai ilegal. Namun, mereka sebelumnya tidak melarang produk dari sana. Saat ini, berdasarkan keputusan pengadilan internasional 2024 yang menyebut keseluruhan pendudukan, termasuk kehadiran militer Israel, sebagai melanggar hukum, Menteri Luar Negeri Ed Miliband menegaskan hubungan ekonomi harus mencerminkan keputusan hukum tersebut.
Miliband, dalam pernyataan yang tegas, menyebutkan bahwa ‘terorisme pemukim semakin merajalela’ dan mengkritik pemerintah Israel yang ‘menutup mata’. Ia menyebut kebijakan ini sebagai ‘pengaturan ulang’ kebijakan Inggris terhadap Israel, menempatkan hubungan bilateral kedua negara pada titik terendah dalam beberapa dekade.
Di sisi lain, bagi Palestina, kebijakan ini dianggap sebagai kemajuan. Kementerian Luar Negeri Palestina memuji tindakan negara-negara yang mengadopsi sanksi tersebut, dan menyerukan langkah ‘mendesak dan konkret’ untuk menghentikan ‘usaha permukiman ilegal’ Israel.
Diolah dari laporan BBC News.


You must be logged in to post a comment Login