PERISTIWA
Pedagang di Pasar Pondok Labu Alami Penurunan Omzet Drastis
Aktivitas perdagangan di Pasar Pondok Labu menurun signifikan, berdampak pada omzet pedagang. Faktor utamanya adalah perubahan pola belanja.
PANTAU24.com – Aktivitas perdagangan di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, membuat omzet para pedagang menurun drastis. Penurunan ini dialami secara langsung oleh pedagang seperti Helmy Samsuddin, yang kini hanya meraih sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta omzet per hari dari berjualan perabot rumah tangga dan kompor.
Helmy telah menjalankan usahanya di Pasar Pondok Labu sejak 1979. Ia mengingat dengan jelas waktu ketika masih bisa mendapatkan omzet di atas Rp 10 juta pada tahun 2005. Dia mengatakan lonjakan transaksi daring dan perubahan kebiasaan belanja masyarakat menyebabkan penurunan pengunjung yang signifikan.
“Dulu, waktu masih tahun 2005-an, yang masih bisa di atas Rp 10 juta ke atas karena ada langganan tukang kredit sama saya,” kata Helmy saat ditemui di Pasar Pondok Labu, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Kondisi semakin terasa berat dalam tiga tahun terakhir. Helmy mengamati bahwa di area lantai dasar Pasar Pondok Labu, sebanyak 26 kios telah tutup, dan sekitar 12 hingga 15 kios lain digunakan sebagai gudang. Hanya sekitar 20 persen kios yang masih buka.
Firdaus, pedagang makanan dan minuman, juga merasakan penurunan jumlah pengunjung. Sebelum pandemi Covid-19, omzet bulanannya mencapai sekitar Rp 45 juta hingga Rp 60 juta. Kini, hanya mampu mencapai sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu per hari.
“Kalau sekarang, enggak ada, mau hari libur kek, mau apa, sama saja, enggak ada orang,” ungkap Firdaus.
Para pedagang berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menemukan solusi untuk meningkatkan kembali jumlah pengunjung di Pasar Pondok Labu agar kegiatan perdagangan kembali bergairah.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login