PERISTIWA
Utusan Khusus Presiden Bahas Pembangunan Infrastruktur dengan Menteri PU
Utusan Khusus Presiden membahas pembangunan infrastruktur produktif dengan Menteri PU, fokus pada kesejahteraan dan lingkungan.
PANTAU24.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo di Kantor Kementerian PU, Kamis (3/9/2026). Pertemuan ini ditujukan untuk mendiskusikan arah pembangunan infrastruktur yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan pandangannya tentang pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi kemiskinan. Menteri PU, Dody Hanggodo, menyambut baik masukan tersebut dan menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi motor penggerak dalam pembangunan kesejahteraan.
“Pertumbuhan ekonomi tentu penting, tetapi pada akhirnya yang ingin kita lihat adalah semakin banyak orang yang bekerja, semakin banyak keluarga yang memiliki penghasilan, dan semakin banyak masyarakat yang dapat keluar dari kemiskinan. Salah satunya melalui program-program padat karya yang terus kami dorong,” terang Dody.
Dody menambahkan bahwa menjaga keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan juga menjadi fokus penting. Ini selaras dengan komitmen Kementerian PU untuk menerapkan prinsip infrastruktur hijau dalam pembangunan. “Infrastruktur hijau menjadi bagian penting dari ikhtiar itu, karena apa yang kita bangun hari ini pada akhirnya akan menjadi titipan bagi generasi setelah kita,” ujar Dody.
Menteri Dody menegaskan bahwa berbagai masukan dari Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo akan digunakan untuk mengarahkan pembangunan yang lebih efektif dan berdampak luas. Tujuan besar ini sejalan dengan visi PU608 yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai instrumen peningkatan produktivitas, daya saing, dan pencapaian sasaran nasional.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login