Connect with us

PERISTIWA

Danantara Tindak Lanjut Kelangkaan Solar di Sumatera Barat

Danantara segera tindak lanjuti keluhan kelangkaan solar di Sumatera Barat yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Published

on

PANTAU24.com – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti laporan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, terkait kelangkaan solar di sejumlah daerah di provinsi tersebut. Dony menegaskan pentingnya pembenahan distribusi bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar, guna menghindari gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Komitmen ini disampaikan Dony saat menerima kunjungan Gubernur Mahyeldi dalam sebuah pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Kamis. Ia menyatakan bahwa ketersediaan BBM merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, sehingga kelancaran distribusinya perlu mendapat perhatian serius. “Saya panggil segera Dirut (Pertamina) Patra Niaga,” ujar Dony.

Selama pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Mahyeldi menyampaikan bahwa pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat belum memiliki akses terhadap data distribusi BBM dari Pertamina, yang dianggap penting untuk mengawasi penyaluran solar serta mencegah potensi penyalahgunaan.

Selain membahas persoalan distribusi solar, pertemuan tersebut juga membicarakan sejumlah agenda strategis pembangunan di Sumatera Barat, seperti pengembangan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), penanganan pertambangan tanpa izin (PETI), proyek energi baru terbarukan, hingga pengembangan infrastruktur seperti jalan tol dan Pelabuhan Teluk Bayur. Dony menawarkan pendekatan terintegrasi antara kepentingan ekonomi masyarakat dengan perlindungan lingkungan terkait aktivitas PETI yang masih terjadi di Sumbar.

Mahyeldi juga menyerahkan proposal lima proyek pembangkit listrik dengan total investasi sebesar Rp5,35 triliun untuk periode 2027-2029. Dony menilai pengembangan energi baru terbarukan dan pemanfaatan gas domestik memberikan potensi besar untuk memperkuat pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di akhir pertemuan, disepakati untuk menindaklanjuti pembahasan melalui pertemuan teknis melibatkan kementerian, BUMN, dan instansi terkait.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Antara – Top News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.