PERISTIWA
Menperin Intervensi DAK untuk IKM 2026 yang Tak Dialokasikan
Kemenperin intervensi alokasi DAK 2026 bagi IKM. Menperin Agus Gumiwang ajukan usulan meski 2026 tanpa alokasi pastinya.
PANTAU24.com – Kementerian Perindustrian, yang dipimpin oleh Agus Gumiwang Kartasasmita, tengah menghadapi tantangan serius terkait dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk industri kecil dan menengah (IKM) pada tahun 2026. Meskipun dukungan DAK sebelumnya berhasil meningkatkan kinerja sentra IKM, untuk tahun depan, sektor ini tidak akan mendapatkan alokasi.
Agus Gumiwang menjelaskan bahwa DAK berperan penting dalam pengembangan sentra IKM di berbagai daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, DAK fisik yang diampu oleh Kemenperin digunakan untuk mendukung industri tematik pariwisata. “Dalam periode 2022 hingga 2024, dukungan DAK diberikan kepada puluhan sentra IKM,” jelasnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI.
Menurut data yang disampaikan oleh Agus, pada tahun 2022 sebanyak 83 sentra IKM mendapatkan dukungan dengan total pagu 753 miliar rupiah. Angka ini menurun menjadi 68 sentra IKM dengan pagu 450 miliar rupiah di tahun 2023, dan kembali menurun menjadi 57 sentra IKM dengan 394 miliar rupiah di tahun 2024.
Untuk tahun 2025, Kemenperin mengalihkan dukungan kepada tematik kawasan industri yang melibatkan tiga sentra dengan alokasi Rp50 miliar. Dalam skema ini, dukungan DAK menyasar bidang konektivitas, perdagangan, air minum, dan sanitasi. “Ini pertama kalinya Kemenperin mengampu tematik kawasan industri dalam program DAK,” tutur Agus.
Kementerian kembali mengajukan proposal untuk tahun 2027, mengusulkan dukungan bagi 75 lokasi prioritas sentra IKM. Namun, keterbatasan ruang fiskal menghambat pengalokasian lebih lanjut. Berdasarkan data Bappenas, produktivitas IKM menunjukkan peningkatan rata-rata hampir 17%. “Keberlanjutan program DAK harus tetap dijaga,” tegas Agus.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login