PERISTIWA
Komisi IX Desak Kemenkes Atasi 165 Ribu Kasus ISPA di Kalbar
Komisi IX DPR desak Kemenkes tangani 165 ribu kasus ISPA di Kalbar akibat karhutla.
PANTAU24.com – Sebanyak 165 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan di Kalimantan Barat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Situasi ini mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini yang mendesak Kementerian Kesehatan segera bertindak untuk menangani lonjakan kasus ini. “Kemenkes perlu turun tangan untuk menangani dampak karhutla terhadap munculnya penyakit ISPA,” kata Yahya pada Minggu (30/8), diwartakan Detik.
Yahya Zaini menyebutkan bahwa protokol kesehatan seperti kewajiban memakai masker saat beraktivitas di luar rumah segera harus ditetapkan. Jika kondisi semakin memburuk, Yahya menyarankan langkah evakuasi warga ke tempat yang lebih aman perlu dipertimbangkan. Di samping itu, ia menekankan perlunya koordinasi antara Kemenkes dan Pemerintah Daerah Kalbar untuk penanganan kasus yang melibatkan tenaga medis, rumah sakit, serta penyediaan masker dan rumah oksigen.
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Erna Yulianti mengungkapkan pencatatan kasus ISPA sudah mencapai 165.727 sepanjang periode 1 Januari hingga 22 Agustus 2026. Angka ini dilaporkan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), dengan tren peningkatan kasus dilihat sejak akhir Mei 2026 dan terus berlanjut hingga pertengahan Agustus.
Kasus ISPA dilaporkan mencapai 29 kasus per 1.000 penduduk, dengan peningkatan signifikan pada minggu ke-32 saat kunjungan warga ke fasilitas pelayanan kesehatan meningkat. “Terjadi peningkatan ISPA di fasilitas pelayanan kesehatan dibandingkan minggu-minggu sebelumnya,” ucap Erna.
Komisi IX DPR RI juga berencana melakukan kunjungan lapangan ke wilayah terdampak karhutla di Kalimantan untuk mendapatkan gambaran kondisi terkini, sehingga bisa memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait penanganan lebih lanjut. “Kunjungan akan dilakukan pada tanggal 4-5 September 2026,” ujar Yahya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login