PERISTIWA
Diskusi Rusia-Indonesia soal Bandar Antariksa Biak Masih Berlanjut
Rusia dan Indonesia masih dalam diskusi pengembangan bandar antariksa di Biak, tanpa kesepakatan yang tercapai.
PANTAU24.com – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan bahwa Rusia dan Indonesia masih dalam tahap diskusi awal mengenai pengembangan bandar antariksa di Biak, Papua. Ia juga menolak klaim bahwa fasilitas tersebut akan menjadi pangkalan militer Rusia.
Dalam pernyataannya pada media briefing di Jakarta, Rabu (26/8/2026), Tolchenov mengungkapkan bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengundang badan antariksa Rusia, Roscosmos, untuk membahas potensi kerja sama tersebut. “Kami bahkan belum sampai pada tahap awal kerja sama, pertemuan itu baru sebatas diskusi awal,” katanya.
Tolchenov memastikan hingga saat ini belum ada perjanjian formal yang ditandatangani dan menyebut bahwa BRIN mungkin sedang menjalin pembicaraan serupa dengan negara-negara lain. Meski demikian, ia menekankan komitmen Rusia untuk mendukung pengembangan bandar antariksa pertama Indonesia, mengingat kemampuan teknologi antariksa yang dimiliki Rusia.
Terkait spekulasi penggunaan bandar antariksa Biak untuk keperluan militer Rusia, Tolchenov menepis anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa fasilitas tersebut sepenuhnya milik Indonesia dan percaya bahwa Indonesia sebagai negara berdaulat tidak akan mengizinkan wilayahnya menjadi pangkalan militer negara lain.
Pemerintah Indonesia berupaya mempercepat proyek ini dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Bandar Antariksa. Selain dengan Rusia, Indonesia juga menjajaki kerja sama antariksa dengan India.
Diolah dari laporan Antara – Top News.


You must be logged in to post a comment Login