Connect with us

PERISTIWA

KAMMI Tegas Tolak Upaya Provokasi Perpecahan Bangsa

KAMMI menolak aksi provokasi yang dinilai dapat memecah belah persatuan bangsa, menjelang rencana unjuk rasa AMPB.

Published

on

PANTAU24.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyatakan sikap tegas menolak upaya provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Pernyataan KAMMI ini disampaikan menyusul rencana aksi unjuk rasa oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang akan digelar di Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.

Amri Akbar, Ketua KAMMI, dalam jumpa pers di sebuah kafe di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026), menegaskan bahwa menjaga marwah demokrasi, kedaulatan negara, dan persatuan bangsa adalah prioritas utama. “Pertama, kami menolak upaya provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

KAMMI juga mengingatkan bahwa situasi bencana di berbagai wilayah Indonesia, seperti gempa di NTT dan kebakaran karhutla di Kalimantan, membutuhkan konsentrasi seluruh elemen bangsa untuk misi-misi kemanusiaan. “Kritik dan aspirasi adalah hak setiap warga negara. Tetapi hak tersebut tidak boleh ditunggangi oleh narasi konfrontatif yang berpotensi memantik kegaduhan, merusak fasilitas negara, serta mengoyak rasa persatuan yang telah dirawat bangsa ini dengan susah payah,” lanjutnya.

Di sisi lain, Amri menyatakan bahwa pihaknya sepenuhnya menghormati hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya menolak tegas rencana unjuk rasa AMPB. “Namun meskipun demikian, dengan tegas kami menyatakan sikap menolak rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar di Gedung DPR RI pada tanggal 27 Agustus 2026 oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB,” imbuhnya.

Langkah KAMMI ini ditempuh sebagai upaya menjaga stabilitas nasional dan menghindari potensi konflik horizontal di tengah masyarakat.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Detik – Berita.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply