Connect with us

PERISTIWA

Camat Manggarai Timur Ungkap Kekesalan pada Distribusi Bantuan Bencana

Camat Manggarai Timur, Agustinus Supratman, protes distribusi bantuan bencana gempa Flores yang tidak merata.

Published

on

PANTAU24.com – Sebuah video viral memperlihatkan perdebatan antara Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, dan anggota BNPB terkait distribusi bantuan bencana pascagempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Camat Manggarai Timur tersebut menuntut keadilan dan transparansi dalam penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak.

Dalam video tersebut, Agustinus Supratman mengungkapkan bahwa dirinya merasa tertekan dengan distribusi yang dinilai tidak adil. Ia diminta untuk membagi bantuan untuk 11 desa dengan populasi 21.171 jiwa, meskipun jumlah bantuan terbatas. “Saya merasa tertekan sekali, terbebani. Saya harus membagi ke 11 desa, tapi bukan begitu caranya,” ujarnya dalam video.

Agustinus menyoroti bahwa bantuan yang diterima tidak sesuai klaim BNPB yang menyatakan stok ‘banyak sekali’. Ia menyayangkan tekanan untuk membagi merata tanpa mempertimbangkan kondisi setiap desa. “Bapak bilang bantuan banyak sekali, padahal yang ada hanya ini,” tegas Agustinus.

Menghadapi tekanan tersebut, Agustinus mendesak agar distribusi dilakukan dengan adil dan tepat sasaran, serta meminta pemerintah pusat dan daerah mengatasi tantangan distribusi. Situasi di lapangan masih memanas dengan tingginya harapan warga terhadap bantuan.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengakui adanya kekurangan dalam pemberian bantuan dan terus berupaya mempercepat pemenuhan logistik dasar bagi pengungsi. “Kami terus bekerja keras dan cepat,” kata Suharyanto dalam keterangan tertulis, seraya menyebutkan upaya distribusi bantuan melalui jalur udara dan laut.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.