PERISTIWA
Kebijakan Baru AS Picu Perlombaan Senjata Nuklir Global
Kebijakan pertahanan baru AS di bawah Donald Trump meningkatkan perlombaan senjata nuklir. Negara sekutu kini mempertimbangkan senjata nuklir sendiri.
PANTAU24.com – Kebijakan pertahanan terbaru Amerika Serikat (AS) yang dirilis oleh Presiden Donald Trump menimbulkan kekhawatiran mengenai perlombaan senjata nuklir global. Perubahan kebijakan ini menyebabkan negara-negara sekutu AS mempertimbangkan kembali kebutuhan akan senjata nuklir mandiri.
Langkah Presiden Trump menghapus penyebutan eksplisit mengenai perluasan pencegahan ancaman dalam Strategi Pertahanan Nasional 2026 menimbulkan pertanyaan di kalangan sekutu AS. Selain itu, Presiden Trump mendesak sekutu AS untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka sendiri.
Ankit Panda, peneliti senior di Program Kebijakan Nuklir Carnegie Endowment for International Peace, mengatakan bahwa banyak sekutu AS kini melihat Washington sebagai pihak yang kurang terlibat dan tidak dapat diandalkan. “Berbagai rasa otonomi strategis mulai bermunculan,” ujarnya.
Perubahan lain yang diambil oleh pemerintahan Trump adalah penurunan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan dan pembuatan pakta nuklir sipil dengan Arab Saudi yang dapat memfasilitasi pengayaan domestik. Di Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengumumkan peningkatan hulu ledak nuklir dan memperluas perlindungan nuklir kepada negara-negara Eropa lainnya.
Pergeseran serupa terjadi di Jepang, di mana Perdana Menteri Sanae Takaichi mempertimbangkan kembali kebijakan non-nuklir Jepang. Di sisi lain, Lithuania dan Finlandia juga dilaporkan bergerak untuk membatalkan larangan lama tentang penyebaran senjata nuklir. Shounak Set dari S. Rajaratnam School dan Andrew Facini dari Council on Strategic Risks memperingatkan bahwa perlombaan senjata ini dapat meningkatkan ketegangan global.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login