PERISTIWA
Tekanan Ekonomi Mengancam Kejatuhan Iran dari Dalam
Tekanan ekonomi akibat ancaman sanksi baru AS melemahkan stabilitas Iran, mengancam kejatuhan dari dalam.
PANTAU24.com – Tehran tengah menghadapi tekanan ekonomi yang semakin memburuk akibat ancaman sanksi ekonomi baru dari Amerika Serikat di bawah pimpinan Presiden Donald Trump. Klaim pemerintah Iran mengenai kemampuan bertahan dalam perang dengan AS kian diuji, sementara legitimasi pemerintah Republik Islam itu terancam oleh gejolak sosial di dalam negeri.
Pada Jumat lalu, Trump berjanji untuk menjatuhkan tekanan ekonomi lebih keras kepada Iran. Sementara itu, sehari sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington akan menerapkan langkah-langkah terhadap Tehran yang ‘belum pernah dilihat sebelumnya’, kemungkinan mulai minggu depan. Namun hingga kini, gambaran detil mengenai langkah tersebut belum diumumkan.
Di tengah ancaman ini, tekanan besar terus menghantui para pemimpin Iran. Berdasarkan keterangan dari tiga pejabat Iran yang berbicara dengan Reuters secara anonim, memburuknya kondisi ekonomi ini bisa memicu keresahan nasional. Para pejabat tersebut berasal dari kalangan politik dan satu mantan pejabat, dengan tambahan sumber dari 12 warga Iran.
Walaupun Iran berhasil menunjukkan ketahanan setelah hampir enam bulan berkonflik dan menutup Selat Hormuz, jalur vital pasokan minyak dunia, kondisi ekonomi domestik terjebak dalam kerentanan yang semakin mendalam. Ekonomi Iran tertekan oleh inflasi tinggi, mata uang yang melemah, kekurangan energi, serta berbagai persoalan struktural lainnya.
Adanya perang menambah kerusakan infrastruktur dan perdagangan, serta menimbulkan biaya besar untuk pemulihan. Pada Juli lalu, Pusat Statistik Iran melaporkan inflasi tahunan mencapai 66%, dengan harga konsumen naik 87,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Inflasi pangan bahkan melesat hingga 128%.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login