Connect with us

PERISTIWA

Gempa NTT: 4.541 Rumah Rusak Akibat Guncangan

Gempa bumi magnitudo 7,7 rusak 4.541 rumah di NTT dan menewaskan puluhan orang. BNPB masih memantau situasi.

Published

on

PANTAU24.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), mengakibatkan sedikitnya 4.541 rumah rusak di berbagai kabupaten, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperbarui pada Senin (17/8). Gempa tersebut juga mengakibatkan lebih dari 60 korban jiwa.

Kerusakan rumah tersebar di kabupaten-kabupaten Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Sikka. Di Kabupaten Nagekeo, terdapat 116 rumah rusak berat, 6 rusak sedang, dan 42 rusak ringan, sehingga total 164 unit rumah terdampak.

Sementara itu, di Kabupaten Ende, kerusakan meliputi 108 rumah rusak berat, 85 rusak sedang, dan 268 rusak ringan, dengan total 461 unit. Kabupaten Manggarai mencatat 761 rumah rusak berat, 76 rusak sedang, dan 147 rusak ringan, total 984 rumah. Di Manggarai Timur, 23 rumah rusak berat, 15 rusak sedang, dan 11 rusak ringan atau 49 unit terdampak.

Kabupaten Manggarai Barat mengalami 481 rumah rusak berat, 202 rusak sedang, dan 231 rusak ringan, mencapai 914 unit. Sementara itu, di Kabupaten Sikka, ada 145 rumah rusak berat, 16 rusak sedang, dan 12 rusak ringan, total 173 unit. Kabupaten Ngada mencatat jumlah kerusakan signifikan dengan total 1.796 unit, namun BPBD masih melakukan pendataan dan verifikasi lebih lanjut.

Total rumah terdampak mencapai 4.541 unit. Dari jumlah tersebut, 2.745 unit telah diidentifikasi tingkat kerusakannya, sementara 1.796 unit di Ngada masih dalam tahap verifikasi. Selain rumah, gempa juga merusak fasilitas umum seperti tempat ibadah, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur jalan.

Fakta menarik dan bermanfaat

Menurut Basarnas, tidak lagi ada laporan orang hilang. Hingga 17 Agustus, tercatat 1.576 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2, dan 54 di antaranya dirasakan warga. BNPB menyatakan aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat, dengan perkiraan stabil dalam 2-3 minggu.

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.