PERISTIWA
Pemkot Bandung Siapkan Fasilitas Pengolahan Sampah Berkapasitas 300 Ton per Hari
Pemkot Bandung rencanakan pengembangan fasilitas TPSOS Gedebage berkapasitas 300 ton per hari dengan teknologi baru.
PANTAU24.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sedang merencanakan pengembangan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 300 ton per hari di Tempat Pengolahan Sampah Organik dan Sirkular (TPSOS) Gedebage. Langkah ini bagian dari strategi untuk mengimplementasikan teknologi baru dalam proses pengolahan sampah dan mengurangi tekanan pengelolaan limbah di kota Bandung.
Pengembangan ini diumumkan saat Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto serta Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi Danantara Sigit Puji Santosa mengunjungi TPSOS Gedebage pada Minggu (16/8). Mereka meninjau lokasi dan membahas rencana pengembangan fasilitas yang diharapkan menjadi proyek strategis dalam pengelolaan sampah.
Farhan menekankan pentingnya memprioritaskan masyarakat lokal yang telah bergantung pada TPSOS Gedebage untuk mata pencaharian mereka. “Saya akan perjuangkan tidak boleh ada yang terpinggirkan. Kalau Pak Menteri tadi sesungguhnya semuanya akan dipekerjakan. Kalau buat saya bukan sekadar dipekerjakan, tapi dipekerjakan jadi pegawai. Pemerintah perlu mengetahui secara terbuka kondisi penghasilan para pekerja selama ini,” ungkap Farhan.
Wali Kota Bandung ini juga berharap pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini bisa dipercepat dan beroperasi pada Desember nanti. Dari sisi bisnis, Pemkot Bandung akan bekerja sama dengan Danantara melalui Badan Layanan Umum (BLU) untuk mengelola aspek bisnisnya dan segera menandatangani nota kesepahaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menyatakan bahwa pengembangan di Gedebage selaras dengan hasil komunikasi antara Wali Kota dan Kemendiktisaintek serta Danantara. “Tadi sudah ditunjuk langsung, dicek langsung kondisi tanahnya dan seterusnya dan rasanya layak dilanjutkan,” katanya. Menurut Darto, teknologi pengolahan sampah akan menghasilkan material padat, termasuk konsep Refuse Derived Fuel (RDF) yang dipadatkan menjadi briket.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login