Connect with us

PERISTIWA

Tips Psikolog untuk Hadapi Kritik Tanpa Terlalu Emosional

Psikolog Michelle Maidenberg mengungkapkan cara mengelola respons emosional agar tidak baper saat menghadapi kritik.

Published

on

PANTAU24.com – Menghadapi kritik atau penolakan sering kali memengaruhi kepercayaan diri dan suasana hati seseorang, atau sering disebut baper (bawa perasaan). Michelle P. Maidenberg, Ph.D., psikolog klinis, menjelaskan cara mengelola respons emosional agar tidak selalu menganggap kritik sebagai serangan pribadi.

Menurut Maidenberg, mengabaikan batas emosional dan mengambil teguran secara personal biasanya berakar dari rasa tidak aman, pengalaman masa lalu, dan keinginan kuat untuk diterima oleh lingkungan sosial. Ia menyatakan bahwa sering kali kritik menentukan cara seseorang menilai harga diri mereka sendiri.

“Setiap orang memiliki preferensi, nilai, dan kepribadian yang berbeda. Memahami bahwa tidak semua orang akan menyukai diri kita adalah langkah awal untuk menyadari bahwa penolakan tidak selalu mencerminkan kekurangan pribadi,” jelasnya. Maidenberg juga menekankan bahwa sikap diam atau respons dingin dari orang lain bukan berarti mereka marah atau benci, tetapi mencerminkan emosi pribadi pengkritik.

Ia menekankan pentingnya mengamati emosi negatif tanpa harus menyerapnya. Seseorang tetap bisa menunjukkan empati tanpa memikul beban suasana hati orang lain. Namun, teguran konstruktif tetap perlu dijadikan bahan evaluasi jika memang ada kekeliruan yang dilakukan.

Untuk menjaga mental dan emosi tetap stabil, Maidenberg menyarankan agar masyarakat menghentikan kebiasaan overthinking, serta menghindari memaksa diri mengubah pandangan orang lain terhadap dirinya. Ini penting agar perilaku lingkungan tidak mendefinisikan nilai diri sendiri.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.