PERISTIWA
Anomali Harga Telur: Stok Melimpah, Harga Tetap Naik
Anomali harga telur terjadi saat stok melimpah, namun harga di pasar tetap tinggi, ungkap Menteri Pertanian.
PANTAU24.com – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengemukakan bahwa harga telur saat ini mengalami anomali, di mana harga di tingkat konsumen terus naik, sementara pasokan telur sebenarnya melimpah. Keadaan tersebut terdeteksi saat Amran dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengadakan rapat rutin membahas perkembangan inflasi. Bahkan, Bareskrim Polri telah diminta untuk memberi perhatian khusus terhadap masalah ini guna memastikan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan secara tidak wajar.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintah, seperti diungkapkan Amran, terbersit adanya kenaikan inflasi sedikit akibat anomali pasar ini. “Kemarin ada inflasi sedikit. Kami diskusi dengan Pak Mendagri, Pak Tito setiap hari Senin ada rapat inflasi. Ada anomali, kami sudah diskusi dengan Pak Kapolri dengan Kabareskrim, itu ada anomali untuk ayam, telur,” ujar Amran melalui video yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, dikutip pada Minggu (25/10/2026).
Amran menjelaskan bahwa harga telur di tingkat peternak turun drastis hingga mencapai Rp 21.000 per kilogram karena produksi yang melimpah. Kendati demikian, langkah-langkah seperti menambah kapasitas ekspor dan meningkatkan konsumsi telur oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ternyata belum cukup mengangkat harga di tingkat peternak. Harga di konsumen justru meroket melampaui batas atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan di kisaran Rp 28-30 ribu per kg.
“Sekarang surplus, kita ekspor, Bapak Presiden. Tapi harga di tingkat peternak itu jatuh Rp 21.000. Kami sudah minta tolong ke Kepala BGN, Pak Sudaryono, sudah minta tolong untuk konsumsi telur biasanya satu kali per minggu jadi dua kali, tiga kali. Tapi ternyata produksi karena melimpah, Bapak Presiden, masih turun,” kata Amran. “Tetapi harga di konsumen itu naik melebihi harga eceran tertinggi. Jadi ada anomali,” lanjutnya.
Amran juga menekankan bahwa Kementerian Pertanian telah bersurat kepada Kapolri Suyudi Ario Seto agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap fenomena ini. Pengalaman kerjasama sebelumnya dengan Polri dalam membongkar permainan harga beras menjadi alasan optimisme bahwa praktik serupa pada komoditas telur juga bisa diungkap. “Kami sudah kirim surat ke Pak Kapolri agar semua yang bermain-main ditindak,” tegas Amran, seraya mengingatkan kasus manipulasi harga beras yang berhasil diungkap atas kerjasama mereka.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login