Connect with us

PERISTIWA

Harga Batu Bara Naik Menjadi US$ 154, Bahlil Pertimbangkan Tingkatkan Produksi

Harga batu bara naik menjadi US$ 154 per ton, Bahlil Lahadalia buka peluang peningkatan produksi dalam RKAB.

Published

on

PANTAU24.com – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa harga batu bara saat ini mengalami peningkatan signifikan, mencapai US$ 154 per ton. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (19/10/2026) malam kemarin. Menurut Bahlil, kondisi ini membuka peluang untuk meningkatkan izin produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara.

Bahlil, yang juga merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menekankan bahwa tren kenaikan harga dapat memberikan peluang untuk meningkatkan devisa negara. “Kemudian dari sisi mineral batubara kita tahu bahwa alhamdulillah sekarang harga batubara kita mulai naik. Dan sekarang hari ini mencapai US$ 154 per ton untuk kalori 633,” papar Bahlil.

Pemerintah, tambah Bahlil, sejauh ini telah melakukan relaksasi tambahan produksi secara terbatas untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar. Langkah ini diperlukan agar harga batu bara tetap stabil dan tidak mengalami penurunan.

Bahlil lebih lanjut menjelaskan bahwa meskipun ada penambahan produksi, relaksasi tersebut dilakukan dengan hati-hati. “Dan harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan. Dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand. Tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk,” jelas Bahlil.

Dengan adanya kenaikan harga batu bara ini, pemerintah sedang mempertimbangkan berbagai langkah untuk memastikan stabilitas ekonomi sekaligus memanfaatkan kenaikan harga guna meningkatkan pendapatan negara.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Detik – Finance.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.