PERISTIWA
Rano Karno: Warga Jangan Panik Hadapi Asap Karhutla di Jakarta
Rano Karno mengimbau warga Jakarta tidak panik hadapi asap karhutla, Pemprov DKI siapkan langkah antisipasi.
PANTAU24.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengimbau masyarakat agar tidak panik terkait masuknya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke wilayah Jakarta. Dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta pada Sabtu (17/10), Rano menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah upaya pengendalian polusi udara, seperti penggunaan water mist atau penyemprotan air, serta mengingatkan warga untuk mengenakan masker.
“Yang pasti, kita enggak boleh panik. Ini situasi memang alam sedang seperti ini,” kata Rano. Ia menambahkan bahwa penyemprotan air melalui teknologi water mist adalah salah satu cara yang pernah digunakan Pemprov DKI untuk mengurangi polusi di beberapa wilayah. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan satu-satunya solusi.
“Water spray, itu salah satu juga, bukan satu-satunya. Salah satunya untuk mengendalikan (kabut asap) di beberapa wilayah,” ujarnya. Selain itu, Rano mengingatkan warga untuk memakai masker sebagai langkah pencegahan. Ia juga menyebutkan bahwa flu sedang merebak di beberapa lokasi dan meminta masyarakat menjaga kesehatan.
Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menyampaikan bahwa asap karhutla terdeteksi di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sejak Jumat (16/10). Asap diketahui berasal dari Kalimantan. “Kami masih memantau pergerakan asap untuk memastikan sebarannya,” ujar Guswanto yang menyarankan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker seperti KN95, KF94, atau N95.
Data BMKG pada Sabtu (17/10) pukul 10.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Kemayoran, Jakarta, tercatat sebesar 72,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³), masuk kategori tidak sehat. PM2.5 adalah partikel udara berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer yang diukur menggunakan metode Beta Attenuation Monitoring.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login