Connect with us

PERISTIWA

Titik Api Kebakaran Hutan Melonjak di Sumatra, Sumatera Selatan Terparah

Jumlah titik api di Sumatera melonjak, 2.559 titik di Sumatera Selatan jadi penyumbang terbesar, ganggu transportasi dan pendidikan.

Published

on

PANTAU24.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Pulau Sumatra. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi kenaikan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah, menunjukkan potensi kebakaran yang meluas. Data terbaru menunjukkan adanya lonjakan dari 2.440 menjadi 3.663 titik panas di Sumatra.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, menjelaskan bahwa dari total 3.663 titik tersebut, Sumatera Selatan menyumbang 2.559 titik, menjadikannya daerah dengan jumlah titik panas tertinggi. “Selain Sumatera Selatan, titik panas cukup tinggi juga terpantau di Lampung sebanyak 471 titik, Jambi 326, dan Bangka Belitung 287,” ungkap Gita, dilansir Antara, Jumat (16/10/2026).

Karhutla yang terus merembet ini juga mengancam kesehatan masyarakat dengan menyebarkan kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas dan transportasi. Di Sumatera Utara, kabut asap mendorong pemerintah setempat, melalui Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution, untuk menginstruksikan pembelajaran jarak jauh sebagai langkah pencegahan.

Selain itu, kabut asap tebal juga memengaruhi operasional Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Jarak pandang turun drastis hingga 1.300 meter, mengganggu jadwal penerbangan dengan beberapa penerbangan terpaksa ditunda atau dibatalkan.

Keberadaan kabut asap turut membahayakan pengguna jalan, terbukti dengan terjadinya kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan. Kondisi lingkungan yang kian memburuk ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiagaan dan penanganan lebih lanjut dalam menanggulangi karhutla.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Liputan 6.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.