Connect with us

PERISTIWA

Kepala MI5 Peringatkan Ancaman dari Rusia, Iran, dan AI

Pimpinan MI5, Sir Ken McCallum, memperingatkan ancaman signifikan terhadap Inggris dari Rusia, Iran, dan teknologi AI.

Published

on

PANTAU24.com – Pimpinan dinas intelijen Inggris, MI5, Sir Ken McCallum, menyatakan bahwa mereka kini harus menghadapi ancaman negara dengan lebih banyak sumber daya dibandingkan saat Perang Dingin. Ia menandai Rusia sebagai “agresor nomor satu”. Dalam pidatonya di markas besar intelijen domestik di London, ia memperingatkan bahwa ancaman dari Rusia, Iran, dan terorisme sayap kanan ekstrem terus meningkat.

Sir Ken McCallum mengungkapkan bahwa MI5 telah menangkap teroris yang berusaha mengeksploitasi kecerdasan buatan (AI), termasuk dengan memadukan teknologi tersebut dengan drone. Ia juga memperingatkan bahwa Inggris harus waspada terhadap ancaman baru seperti senjata biologi.

Rusia, menurut Sir Ken, saat ini melancarkan perang hibrida tanpa memicu respons bersama dari NATO dan berhati-hati untuk tidak terjun ke konflik konvensional dengan aliansi militer tersebut. Sir Ken menjelaskan bahwa pengusiran hampir 1.000 mata-mata Rusia telah membuat Rusia bergantung pada proxy kriminal untuk melakukan serangan di Eropa.

Sementara itu, ia juga menyebutkan bahwa Iran sedang memperluas kampanye hibrida di Inggris, dengan 50 penangkapan terkait aktivitas Iran pada tahun lalu. Agresi ini terutama menyasar komunitas Yahudi dan target yang lebih sulit seperti situs militer.

Terkait AI, Sir Ken menekankan bahwa teknologi tersebut telah meningkatkan persaingan di bidang keamanan siber dan bisa digunakan untuk memproduksi propaganda serta materi radikalisasi yang secara tepat sasaran. Ia mengungkapkan bahwa ancaman yang paling mengkhawatirkan adalah kelompok ekstremis yang memanfaatkan AI untuk membuat senjata biologi.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.