Connect with us

PERISTIWA

Gubernur Jabar Sidak Upah Pekerja Proyek Underpass Cimahi

Gubernur Dedi Mulyadi sidak proyek underpass Cimahi, memastikan upah pekerja sesuai kontrak dan menyoroti jaminan sosial pekerja.

Published

on

PANTAU24.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak pada proyek pembangunan underpass Cimahi di Jalan Gatot Subroto, yang berpotongan dengan rel kereta api Cimahi, pada Senin (12/10). Dalam inspeksi ini, Dedi berdialog secara langsung dengan para pekerja konstruksi terkait besaran upah yang mereka terima.

Dalam dialog tersebut, Dedi, yang akrab disapa KDM, awalnya melihat keragu-raguan dari para pekerja untuk mengungkapkan jumlah upah mereka. Menyadari hal tersebut, Dedi meminta agar para pekerja tidak ragu untuk menyampaikan nominal upah yang diterima. “Upah itu tidak boleh dikurangi, harus sesuai kontrak kerja, kalau Rp140.000 ya Rp140.000, jangan kurang,” tegas Dedi.

Dari hasil kunjungan tersebut, diketahui bahwa upah yang diterima para pekerja, mulai dari mandor, tukang, hingga pembantu tukang, seharusnya sesuai ketentuan yaitu mandor Rp130.000 per hari, tukang Rp140.000, dan laden Rp120.000 per hari. Namun, fakta di lapangan menunjukkan terdapat pengurangan, dengan upah rata-rata berkurang antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per orang per hari.

Dedi juga mempertanyakan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja tersebut. Ia meminta agar semua pekerja dimasukkan dalam jaminan sosial ketenagakerjaan. “Ini harus diasuransikan ketenagakerjaan, tidak boleh tidak,” tegasnya kepada kepala proyek dari Pemprov Jabar. Meskipun mendapatkan keterangan bahwa pekerja sudah menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP) untuk keperluan pendaftaran asuransi ketenagakerjaan, beberapa pekerja mengaku belum mendapatkan asuransi tersebut.

Sidak ini juga diikuti oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan sejumlah pejabat Kodim Cimahi. Selain mengevaluasi pelaksanaan proyek dan hak-hak pekerja, Dedi turut membicarakan kemungkinan penambahan anggaran underpass dengan Ngatiyana, dimana Pemprov Jabar sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp126 miliar dari APBD Jabar 2026 murni. “Mangga tah Pak Wali, bilih bade nambihan, 12 miliar,” ujar Dedi dalam bahasa Sunda.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.