PERISTIWA
Kapolri Resmi Luncurkan Aplikasi I-GHAS untuk Pantau Buronan Internasional
Kapolri meluncurkan aplikasi I-GHAS 24/7 untuk mengawasi buronan internasional di perbatasan Indonesia.
PANTAU24.com – Jakarta, Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto meresmikan peluncuran aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) dalam upaya memperkuat pengawasan buronan internasional di wilayah pintu perbatasan Indonesia. Peluncuran tersebut dilakukan pada Kamis, 6 November, di Gedung Rupatama Mabes Polri dan dihadiri oleh Kadiv Hubinter Polri, Irjen Untung Widyatmoko, serta Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko.
Suyudi menegaskan bahwa aplikasi I-GHAS adalah inovasi yang ditempuh Polri bersama Direktorat Jenderal Imigrasi untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan terhadap pelaku kejahatan lintas negara. “Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Ditjen Imigrasi. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia,” ujarnya dalam sebuah keterangan tertulis pada Jumat, 7 November.
I-GHAS 24/7 memungkinkan koneksi langsung antara petugas Imigrasi dan Hubinter Polri melalui jaringan Interpol yang mencakup 196 negara. Sistem ini dirancang untuk memverifikasi dan mengoordinasikan data buronan dengan cepat. Sebagai bagian dari upaya peningkatan, Suyudi menyatakan aplikasi ini akan mengintegrasikan kecerdasan buatan serta data biometrik pada tahun 2027.
Dalam konteks yang sama, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko menyoroti pentingnya integrasi data dan komunikasi digital dalam menghadapi tantangan pengawasan perbatasan. “Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat,” tuturnya.
Peluncuran aplikasi I-GHAS diharapkan menjadi tonggak dalam penguatan kerja sama antara Imigrasi dan Polri untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara. “Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat,” pungkas Hendarsam.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login